Humas PT EBN Angkat Bicara Soal Portal di Pasar Angso Duo yang Ditutup, Warga Minta Solusi
Satu portal di blok Pasar Angso Duo yang ditutup sejak malam, masih tertutup hingga pagi hari.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Satu portal di blok Pasar Angso Duo yang ditutup sejak malam, masih tertutup hingga pagi hari.
Kebijakan ini diambil oleh Manajemen PT EBN sebagai pengelolah pasar untuk pengaturan areal parkir. Hal ini disampaikan oleh Ansori selaku Humas PT EBN saat dikonfirmasi, Minggu (26/12).
"Selain itu juga Portal dibuat juga untuk pemerataan pendapatan pedagang, terutama di blok A, B dan C , karena selama ini parkir kendaraan menumpuk di beberapa titik saja, akibatnya blok C sepi dan pendapatan pedagang menurun," katanya.
"Dengan adanya pengaturan manajemen ini tentu untuk meningkatkan semua pendapatan pedagang, tidak ada niat manajemen untuk merugikan pedagang, jadi mohon untuk dipahami bersama, hampir setiap malam tim satgas dan scurity kita melakukan penertiban kendaraan dan pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya," tambahnya.
Kata Ansori, penutupan portal itu untuk mengarahkan arus kendaraan pengunjung agar berdampak pada pemerataan pendapatan pedagang, terutama pedagang lapak atau meja di blok C baru. Lebih lanjut disampaikan oleh Ansori bahwa bukan hanya kepada agen saja, itupun agen tidak boleh mengecer sudah ada didalam peraturan pasar.
"Ini untuk pengunjung atau pembeli agar dapat menjangkau area pedagang yang posisinya di belakang juga. Lebih kepada menciptakan keseimbangan aktivitas jual beli di pasar kita, baik di depan mau pun di bagian belakang area pasar, " terangnya.
Hal lain diungkapkan oleh Ansori bahwa secara umum ada banyak fasilitas dan rambu-rambu untuk ketertiban parkir kendaraan yang dirusak oleh oknum.
"Intinyo kami manajemen tidak mau pasar itu semrawut, " pungkasnya.
Meski demikian, terhadap hal ini, Irma seorang pedagang sayur yang kerap belanja pada pagi hari merasa terganggu dengan kebijakan ini. Ia menyebut, jika memang ingin mengatur pemerataan, tidak seharusnya dengan menutup portal.
"Ya kalo pemerataan itu tidak perlu seperti itu, manajemen lah yang buat aturan lain yang seperti apa, jangan sampai pembeli yang kena imbasnya. Ini kami harus mutar-mutar buat parkir di tempat biasanya," pungkasnya.