Breaking News:

Ketua PGRI Sampaikan Aspirasi ke Edi Purwanto Soal Pendidikan Jambi dan Permasalahannya

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto menerima aspirasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi, Kamis (23/12).

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul
Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto menerima aspirasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi, Kamis (23/12). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto menerima aspirasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi, Kamis (23/12). Pada kesempatan ini turut hadir Ketua PGRI Provinsi Jambi, Lukman dan sejumlah pengurus PGRI Provinsi Jambi.

Pada kesempatan ini, Lukman menyampaikan beberapa hal yang disampaikan ke Edi Purwanto. Kebijakan zonasi sekolah ini menurut lukman mengakibatkan sejumlah sekolah swasta "bangkrut".

"Penerimaan siswa baru berakibat banyak sekolah swasta bangkrut. Kehilangan siswa. Salah satu kebijakan itu yaitu zonasi. Daya tampung siswa baru misalnya penerimaan 10 orang di negeri, jika lebih dari itu limpahannya ke swasta atau mereka langsung daftar ke swasta, tapi ini kan tidak konsisten," ungkapnya.

"Banyak sekolah memerima di luar daya tampung. Sehingga limpahan ke swasta tidak ada lagi. Masuklah sekolah negeri tadi. Ini yang kami minta jadi perhatian pak Ketua DPRD Provinsi Jambi," tambahnya.

Baca juga: Vaksinasi di Bungo Capai 70 Persen, Kapolres Apresiasi Media Massa

Hal lain terkait dengan guru, diungkapkan oleh Lukman bahwa Provinsi Jambi masih sangat kekurangan guru. Meskipun ada di Provinsi, Kabupaten Kota yang mengadakan guru kontrak itu pun kata Lukman, secara kompetensi dipertanyakan.

"Kabupaten kota, provinsi juga ada guru kontrak yang diangkat, itupun kompetensinya, kualitasnya juga di pertanyakan. Ada bahkan yang tidak linier dengan jurusan. Pada kesempatan ini, usulan penerimaan pegawai formasi kalau bisa itu banyak ke guru," katanya.

Hal lain yang dikatakan oleh Lukman bahwa kekurangan guru ini semakin kritis dengan adanya guru yang pensiun. Penyampaian-penyampaian inilah yang diharapkan bisa dibahas oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi untuk perbaikan pendidikan di Jambi.

Baca juga: Masuk Lewat Jalur Gelap, Puluhan Orangtua Siswa SMAN 8 Kota Jambi Demo: Saya Sudah Bayar

"Saat ini 70 persen ada guru negeri selebihnya honorer. Kemudian beberapa tahun terkahir juga booming guru pensiun sementara perimaan tidak ada. Ada kebijakan pusat lagi yang kami soroti bahwa sekolah baru silahkan buka tapi penerimaan gurunya tidak ada," terangnya.

"Kita minta hal-hal ini menjadi perhatian bersama termasuk pak Edi Purwanto kita berharap ini menjadi evaluasi dengan harapan pak Edi sebagai perpanjangan tangan kami di dprd," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved