Isu Anak-anak Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Covid-19, Satgas: Video Itu Hoaks

Kabar anak kecil menjadi kelinci percobaan vaksin Covid-19 ramai dibicarakan. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 angkat bicara.

tribunjambi/rara
Siswa SDN 47 Kota Jambi saat vaksinasi anak usia 6-11 tahun. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kabar anak kecil menjadi kelinci percobaan vaksin Covid-19 ramai dibicarakan.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahkan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun adalah upaya pemerintah memberikan perlindungan ekstra bagi anak-anak di masa pandemi.

Hal ini disampaikan Wiku setelah beredar informasi palsu atau hoaks yang menyebutkan vaksinasi Covid-19 menjadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan.

"Saya ingin menegaskan vaksin yang ditujukan untuk anak usia 6-11 tahun adalah usaha perlindungan ekstra bagi anak-anak dan orang sekitarnya," ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring, Kamis (23/12/2021). 

"Video yang beredar yang menyatakan vaksinasi menjadikan anak-anak sebagai kelinci percobaan adalah hoaks yang sangat tidak bertanggung jawab," tegasnya. 

Untuk menjawab informasi hoaks tersebut, Wiku pun membeberkan beberapa fakta terkait vaksin Covid-19 anak usia 6-11 tahun.

Dia penjelasannya, vaksin jenis Sinovac baik yang diproduksi langsung di China ataupun yang diolah oleh Bio Farma telah mendapat izin penggunaan masa darurat atau emergency use authorization (EUA) serta penerbitan nomor izin edar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"EUA diberikan kepada obat atau vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap pengembangan di masa pandemi semata-mata untuk memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat termasuk anak-anak 6-11 tahun," kata Wiku.

Baca juga: Moeldoko Gigit Jari, Gugatannya ke Kemenkumham Ditolak PTUN, AHY Semakin Kokoh

Wiku juga menyebut, berdasarkan hasil laporan ilmiah dari uji coba telah dilakukan pemantauan berkala kepada penerima vaksin di Cina.

Keputusan ilmiah ini, lanjut dia, mempertimbangkan keamanan dan kemampuan pembentukkan antibodi, sehingga vaksin dapat direkomendasikan untuk anak kelompok usia 6 sampai dengan 11 tahun.

Wiku mengungkapkan EUA yang diberikan juga menjadi upaya percepatan proses pengembangan registrasi dan evaluasi vaksin, tanpa melupakan aspek mutu, keamanan, dan khasiatnya.

"Vaksin anak dilakukan di berbagai sentra, seperti puskesmas, rumah sakit, pos pelayanan vaksinasi sekolah atau satuan pendidikan lainnya, maupun lembaga kesejahteraan sosial anak," katanya.

Baca juga: Demokrat Blak-blakan Sebut Rakyat Indonesia Tak Ingin Dipimpin Presiden Pembohong, Sindir Jokowi?

Dengan adanya fakta-fakta ini, Wiku berharap agar masyarakat bisa semakin cerdas dalam menghadapi informasi-informasi tidak benar atau hoaks.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu perlengkapi diri dengan informasi yang berbasis kajian dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. 

"Mohon siapa pun untuk tidak membuat konten informasi yang salah dan tidak berbasis fakta serta data ilmiah dari sumber terpercaya karena terdapat sanksi hukum apabila menyebar dan menimbulkan misinformasi dan disinformasi," ujar Wiku menegaskan.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved