Breaking News:

Berita Kerinci

Dinilai Tak Peduli, Korban Banjir di Kerinci Kecewa dengan Anggota DPRD Provinsi Jambi

Anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Kerinci dan Sungai Penuh mendapat sorotan. Mereka dinilai tidak menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Kerinci

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/herupitra
Korban Banjir Sungaipenuh Mulai Terserang Gatal-gatal, Desember 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kinerja Anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Kerinci dan Sungai Penuh mendapat sorotan.

Mereka dinilai tidak menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Kerinci, terutama masyarakat yang terkena dampak dari bencana banjir.

Diketahui saat ini anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Kerinci dan Sungai Penuh tengah melaksanakan reses di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Seperti Hakiman dari Partai Gerindra, Fadli Sudria dari PAN, Zubir Dahlan dari PDI, Apriodito dari Golkar.

Namun sayangnya, tidak seorang pun anggota DPRD dapil Kerinci dan Sungai Penuh tersebut yang terketuk hatinya untuk meninjau desa yang terkena dampak banjir, terutama di daerah Depati Tujuh.

Kondisi ini tentunya membuat masyarakat kecewa akan keberadaan dari Anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Kerinci dan Sungai Penuh. Sebab tidak menempati janji serta tidak lagi peduli kepada masyarakat.

"Sebelum terpilih dulu semuanya sibuk keliling menarik perhatian dari masyarakat, berbagai janji diutarakan. Pas ada kejadian banjir dan para korbannya masyarakat yang memilihnya duduk di DPRD Jambi justru diabaikan, padahal ini waktu yang tepat karena semuanya tengah reses di kerinci," ungkap Agus, salah seorang warga Kubang.

Ketua Forum Peduli Daerah, Safrial mengaku menyayangkan sikap dari kelima anggota DPRD Provinsi Jambi yang sama sekali tidak terketuk hatinya untuk datang ke lokasi banjir di Depati Tujuh.

"Kedatangan anggota DPRD Provinsi Jambi di daerah Depati Tujuh sangat diharapkan masyarakat, karena masyarakat ingin menyampaikan aspirasi terkait luapan sungai batang merao yang sering terjadi. Karena sungai Batang Merao wewenang BWSS VI, yang bisa memperjuangkan anggota DPRD Jambi," terangnya.

Dia mengaku, dirinya dan masyarakat Depati Tujuh sangat kecewa, karena sampai saat ini tidak seorangpun anggota DPRD Jambi yang peduli dan datang ke Depati tujuh. Terutama di desa Lubuk Suli sebagai titik paling parah terkena dampak banjir.

"Jangan datang saat kampanye saja, datanglah disaat masyarakat sedang berduka. Tolong cek kondisi warga yang terkena dapak banjir, pihak dari kementerian saja suda datang masa anggota DPRD Jambi yang terpilih karena suara masyarakat Kerinci tidak hadir," tegasnya.

Baca juga: Korban Banjir Sungai Penuh Mulai Terserang Gatal-gatal

Baca juga: Guna Mengtasi Banjir di Tahun 2022, Pemkab Tanjabbar Lakukan Dua Hal Ini

Baca juga: Hujan Deras Sebabkan Belasan Rumah di Jujuhan Bungo Terendam Banjir

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved