Breaking News:

Berita Bisnis

Bank Indonesia Gelar Capacity Building TPID Periode 2022-2024

Berita Jambi-Bank Indonesia (BI) gelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, menyusun Road Map

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
ADE SETYAWATI/TRIBUNJAMBI.COM
Menyampaikan materi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, kepala kanwil DJPB Provinsi Jambi, Pengamat Ekonomi Unja, Sekda Asisten II Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bank Indonesia (BI) gelar Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, menyusun Road Map (peta jalan) TPID priode 2022-2024.

Pandu Wirawan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menyampaikan ini merupakan kegiatan 3 tahun sekali untuk menyusun TPID Provinsi Jambi.

"Kita kembali menyusun Road Map TPID untuk priode 2022-2024, ini juga untuk memberikan masukan kepada stakeholder yang terkait dalam hal ini tentunya ada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota bersama UPD terkait dalam penyusunan road map Tim Pengendalian Inflasi Daerah," jelasnya.

Dalam kesempatan kali ini Bank Indonesia juga menghadirkan Provinsi Sumatera Utara dan TPID Daerah Yogyakarta untuk memberikan materi.

"Materi kita juga menghadirkan Provinsi Sumatera Utara sebagia TPID Terbaik di wilayah Sumatera tahun 2020 dan TPID Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai terbaik di level Provinsi Wilayah Jawa dan Bali," tambahnya.

Dengan menghadirkan TPID Provinsi terbaik di wilayah nya, berharap bisa mengambil hal positif terutama dalam mengendalikan inflasi.

"Harapan nya kita bisa menarik hal positif dari TPID juara tersebut, apa kiat-kiatnya dan apa tips-tips nya untuk bisa menyusun suatu program dan inflasi yang menyeluruh selama 3 tahun lebih sehingga bisa memberikan manfaat yang seperti bagaimana mengendalikan inflasi di daerah," lanjutnya.

"Mengendalikan inflasi bukan berarti kita harus menurunkan harga tetapi kita mengendalikan harga tingkat kewajaran," ucapnya.

Selain itu road map yang di susun ini akan menjadi acuan bersama untuk 3 tahun kedepan dan di turunkan menjadi road map tahunana di level provinsi dan kabupaten kota. Sehingga bisa manjadi acuan TPID kabupaten kota.

TPID ini juga merupakan salah satu yang menginisiasi kerjasama antar daerah di Indonesia.

Ia menambahkan "kami sangat mendorong adanya kerjasama antar daerah, tidak bisa kita pungkiri katakan lah bahan-bahan tidak bisa di produksi sendiri di Jambi dan ada beberapa yang kita datangkan dari luar provinsi dan ini yang di kerjasamakan antar daerah untuk memastikan sesuai 4 k yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelnacraan distribusi dan komunikasi yg efektif agar TPID berjalan," tutupnya.

Agus Sunaryo Sekretaris Daerah asisten II Provinsi Jambi mengatakan ada dua poin penting dalam TPID kali ini.

"Poin pertama TPID ini intinya ada 2 hal, pertama bagaimana merealisasikan kerjasama antar daerah, pada daerah yang produksinya surplus kerjasama yg minus agar keburuhan bisa terpenuhi," jelasnya.

"Poin kedua yang harus kita capai, kita membuat road map 2022-2024. Gunanya untuk mengendalikan inflasi di tahun tersebut, memang untuk menghadapi Natal 2021 dan tahun baru 2022 kita juga telah melakukan rapat pertemuan yang diinisiasi reskrimsus Polda dan kedua kita juga sudah dapat TPID satgas pangan Disperindag membahas itu, dan hari ini juga kita telah cek pasar," tutupnya. (*)

Baca juga: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Gelar Kenduri Budayo Jambi 2021

Baca juga: Dukung Geopark Merangin Go International, Bank Indonesia Berikan Bantuan Sarana dan Prasarana

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved