Breaking News:

Berita Tanjabtim

Soal Kerusakan Jalan Muara Sabak Ulu, Warga: Sampai Kapan Seperti Ini

Di beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabtim masih terdapat kerusakan jalan yang menjadi akses vital masyarakat. Salah satunya di Muara Sabak Ulu

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi jalan di Kelurahan Muara Sabak Ulu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Perbaikannya infrastruktur terus dikebut di Kabupaten Tanjabtim, di beberapa wilayah masih terdapat kerusakan jalan yang menjadi akses vital masyarakat.

Pantauan Tribunjambi.com, Kamis (16/12/2021) di Kelurahan Muara Sabak Ulu Kecamatan Muara Sabak Timur yang sejatinya merupakan kawasan yang masih dekat dengan pusat kabupaten. 

Hanya saja beberapa titik infrastruktur di kecamatan ini mengalami kerusakan, mulai dari jalan berlubang hingga menyebabkan biang kemacetan. Beberapa titik bahkan sudah acap kali dilakukan penanganan namun kembali mengalami kerusakan. 

Dikatakan Alimudin (36) satu dari sopir truk yang sempat terjerembab ketika melintasi jalan di rt 08 kelurahan Sabak Ulu (arah jembatan) menuturkan, kerusakan dan kondisi seperti ini sudah acap kali terjadi. 

Bahkan bagi para sopir sudah bukan menjadi hal baru. Meski diakuinya kerusakan jalan di Sabak timur saat ini tidak separah tahun sebelumnya karena sudah ada pembangunan jalan cor beton. 

"Kalo yang di Ulu ini sudah sering nian di tambal timbun, tapi sampai kapan gini terus. Maunya dibangun jugo cor beton seperti yang jalan di depan,” ujarnya. 

Lanjutnya, kerusakan jalan di Kecamatan Sabak Timur sendiri di Kelurahan Ulu ada beberapa titik yang tercatat. Dari simpang BRI hingga Jembatan sendiri, lebih kurang ada sekitar Empat titik ruas jalan yang kerap rusak. 

"Di empat titik tadi tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi, selagi perbaikan secara besar belum dilakukan,” ujarnya. 

Sukiman (40), satu dari warga sekitar menuturkan, saat ini kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan dan berlubang di muara Sabak Timur ini ada di kelurahan Ulu ini. 

"Karena meski sudah diperbaiki, kemudian hujan deras maka timbunan dan pengerasan yang sebelumnya dilakukan akan kembali berlubang dan kembali rusak,” ujarnya. 

"Dan kalo kita lihat rusaknya ya di situ situ saja,” sambungnya. 

Dengan kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut, kerajaan menimbulkan kemacetan dan juga kesulitan bagi kendaraan kendaraan pribadi jenis tertentu akibat dalamnya lubang yang terjadi di badan jalan.

Baca juga: Ekspor Perdana di Pelabuhan Samudera Tanjabtim Masih Belum Terlaksana

Baca juga: Program PTSL Sertifikat Tanah, BPN Tanjabtim Targetkan 18 Ribu Tanah Bersertifikat Tahun Ini

Baca juga: Vaksinasi Terus Dikebut, Kini Sudah 179.492 Orang di Tanjabtim Divaksin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved