Kasus Stunting di Tebo Tertinggi Kedua di Jambi, Sukandar: Ibu-ibu Malas Bawa Anak ke Posyandu

Menurut data Pemerintah Kabupaten Tebo kasus stunting di Tebo tertinggi kedua se-Provinsi Jambi.

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Sopianto
Bupati Tebo Sukandar akui kasus stunting di Tebo tinggi, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA TEBO- Menurut data Pemerintah Kabupaten Tebo kasus stunting di Tebo tertinggi kedua se-Provinsi Jambi.

Bupati Tebo Sukandar menyebut kasus stunting di Kecamatan Rimbo Ulu cukup banyak. 

Menurut Sukandar, kasus itu akibat orang tua yang malas mengantarkan anaknya ke Posyandu.

Katanya, Pemerintah Kabupaten Tebo akan menggalangkan sosialisasi pentingnya membawa anak datang ke Posyandu supaya kasus stunting tidak muncul lagi di Kabupaten Tebo.

Kemudian bantuan untuk ibu hamil kemudian anak-anak balita nanti. Pemerintah Kabupaten Tebo bekerja sama dengan DPR RI Komisi IX untuk peningkatan dan perbaikan gizi bagi anak-anak.

Meski dimikian lanjut Sukandar, di Kabupaten Tebo sendiri ada juga yang zero stanting seperti Kecamatan Muara Tabir.

"Berdasarkan data yang ada di Kabupaten Tebo sendiri ada sekitar 491 orang, kita riil bicara data dan ini menjadi program serius ke depan dalam mengatasi stunting di Kabupaten Tebo," terang Sukandar, Selasa (14/12/2021).

Baca juga: Kabupaten Tebo Nomor Dua Kasus Stunting di Provinsi Jambi, Ini Kata Sukandar

Baca juga: Terungkap Penyebab Tukang Ojek di Bungo Berusaha Bunuh Istrinya, Sudah Siapkan Pisau di Kamar

Baca juga: Pesan Bupati Tanjabbar Saat HUT Dharma Wanita Persatuan ke 22

Bupati mengimbau pengantin baru dan ibu-ibu yang punya anak balita jagan segan atau malas untuk mengajak anaknya berkunjung ke Posyandu.

"Karena anak di usia di atas 5 tahun kemudian dinyatakan stunting, mohon maaf gagal tumbuh," kata Sukandar.

Menurutnya bahkan sejak balita bahkan mungkin sejak hamil rajin berkunjung ke Posyandu untuk menghindari kasus stanting.(Tribunjambi.com/Sopianto)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved