Breaking News:

Bungo Jadi Sasaran BKKBN dan Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program Bangga Kencana

Komisi IX DPR RI mendukung penuh BKKBN dalam upaya penurunan jumlah stunting di Indonesia termasuk di Jambi

Editor: Rahimin
istimewa
BKKBN bersama Komisi IX DPR RI sosialisasi, advokasi dan KIE Program Bangga Kencana serta pencegahan stunting di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, Minggu (28/11/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI melakukan Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana serta Pencegahan Stunting.

Seperti yang berlangsung di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, Minggu (28/11/2021).

Kegiatan dihadiri anggota Komisi IX DPR RI Hj Saniatul Lativa SE, MM dan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat Safrina Salim SKM M.Kes, serta Sekertaris Badan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Yudi Hendra Muhrizal.

Saniatul Lativa mengatakan,  komisi IX DPR RI mendukung penuh BKKBN dalam upaya penurunan jumlah stunting di Indonesia serta akan selalu bersama dalam mensosialisasikan program bangga kencana.

Stunting atau gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi maupun kurangnya kesiapan masa kehamilan.

Menurutnya, upaya penanganan permasalahan stunting bisa dilakukan dengan dua cara.

Yakni, melakukan intervensi gizi spesifik yaitu dengan memberikan tablet tambahan darah (TTD) dan suplemen Vitamin A pada ibu hamil, promosi ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, pemberian makanan tambahan dan imunisasi dasar.

Melakukan intervensi gizi spesifik yaitu Intervensi gizi sensitif meliputi ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, sosial, dan sebagainya, memiliki kontribusi sebesar 70%.

Sedangkan intervensi di sektor kesehatan sendiri hanya berkontribusi sebesar 30% dalam penanganan stunting.

Pada intinya saat ini Komisi IX DPR RI bersama BKKBN dan stakeholder senantiasa melakukan pencegahan stunting dengan melakukan integrasi program dan kemitraan dengan berbagai lintas sektor yang dalam hal melakukan upaya-upaya meliputi intervensi spesifik, intervensi sensitif, intervensi pendidikan, intervensi kesehatan dan intervensi sosial.

Safrina Salim menyampaikan, remaja atau generasi milenial harus diberikan pemahaman sejak dini terkait kesehatan produksi dan pemahaman stunting.

Sebelum memasuki usia siap nikah, remaja semestinya harus sudah memiliki bekal pemahaman dan kesiapan nikah.

Kesiapan nikah ini bukan hanya sekedar siap menikah saja melainkan kesiapan terkait hal-hal yang sifatnya fundamental baik fisik maupun psikis.

BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dan OPDKB Kabupaten Bungo juga menyampaikan capaian serta target dalam penurunan angka stunting di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Bungo.

Baca juga: BKKBN dan Komisi IX DPR Memperkuat Program Bangga Kencana & Sosialisasi Pencegahan Stunting

Baca juga: BKKBN Jambi Canangkan Vaksinasi Covid-19 Bagi Keluarga

Baca juga: TP PKK Tebo Peringati Hari Ibu Ke-93, Saniatul Lativa Ajak Masyarakat Sayangi Ibu

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved