Breaking News:

Berita Jambi

Banyak Pasangan Tidak Paham, Kartu Keluarga Dapat Diterbitkan Meski Berstatus Nikah Siri

Berita Tanjabbar-Pasangan pernikahan yang tidak diakui negara (nikah siri) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur bisa memiliki kartu keluarga

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
bored panda
Ilustrasi. Pernikahan 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pasangan pernikahan yang tidak diakui negara (nikah siri) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur bisa memiliki kartu keluarga (KK), Jumat (3/12/21)

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tanjabtim, Aruji, bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat atau pasangan nikah sirih untuk membuat KK.

Sebab, salah satu syarat untuk pembuatan KK itu sudah berusia 17 tahun ke atas.

"Artinya, satu orang atau sendirian saja bisa juga membuat KK asal sudah cukup umur. Jadi orang yang nikah siri itu bisa membuat KK, tidak ada larangan," katanya.

Dia menjelaskan, bahwa ada format yang disiapkan bagi pasangan nikah siri yang ingin membuat KK, yakni tercantum keterangan kawin tidak tercatat, berarti perkawinannya tidak disertai dengan buku nikah.

Paling tidak ada surat keterangan dari orang yang menikahkan atau surat keterangan dari kepala desa, bahwa benar mereka pasangan suami istri.

"Jadi dari dasar surat itu lah pembuatan KK untuk pasangan nikah siri tersebut. Kalau tidak ada itu kita tidak akan berani memproses pembuatan KK-nya," jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan undang-undang perkawinan, nikah siri itu sah apabila dilakukan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Jadi berdasarkan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013, ada blanko pertanggungjawaban mutlak yang harus diisi oleh yang bersangkutan.

"Kalau dulu UU Nomor 23 sebelum diubah ke UU Nomor 24 tahun 2013, ada kendala bagi pasangan yang nikah siri. Karena saat punya anak dan membuat akte kelahiran, yang tercantum hanya anak ibu, jadi tidak ada tercantum nama ayahnya," terangnya.

"Jadi dengan adanya perubahan UU tadi itu merupakan salah satu upaya pemerintah agar mental anak tertekan, karena tidak ada nama ayahnya di akte," sambungnya.

Dia juga menerangkan, KK pasangan nikah siri itu sudah termasuk dokumen permanen. Terkecuali mereka melakukan perubahan data setelah mengikuti sidang isbath di Pengadilan Agama, dan telah memiliki buku nikah.

Maka dari itu, status di KK tersebut harus diubah dari kawin tidak tercatat menjadi kawin tercatat. (usn)

Baca juga: Banyak Pasangan Tidak Paham, Pasangan Nikah Siri Bisa Urus Kartu Keluarga

Baca juga: Tokoh Agama Jambi Nilai Buku Nikah Hasil Curian Sindikat Untuk Buku Nikah Siri

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved