Breaking News:

Target Rekam e-KTP di Tanjab Timur Melebihi Target, Ternyata Ini Penyebabnya

Agar perekaman e-KTP dapat memenuhi target, Disdukcapil Tanjabtim lakukan jemput bola ke kecamatan-kecamatan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wahyu
Ilustrasi-e-KTP yang selesai dicetak. 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dukcapil mencatat dari total wajib E-KTP di Kabupaten Tanjabtim sebanyak 168,049 jiwa, dimana sebanyak 173,426 jiwa telah melakukan perekaman atau 103.20 persen. 

Dikatakan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Aruji mengatakan, jumlah penduduk Kabupaten Tanjabtim dari semester pertama tahun 2021 ini ada sebanyak 232,048 jiwa. Dimana dari jumlah tersebut saat ini realisasi perekaman melampaui target dari jumlah wajib e-KTP

"Kenapa capaian perekaman e-KTP bisa over target, karena Dinas Dukcapil Kabupaten Tanjabtim menyiasatinya dengan melakukan perekaman kepada remaja yang belum masuk usia 17 tahun. Namun, pencetakan kartu E-KTP nya belum bisa dilakukan, " ujarnya, Selasa (30/11).

Selain itu, cara agar perekaman e-KTP dapat memenuhi target, pihaknya tetap melakukan jemput bola ke kecamatan-kecamatan. Karena dengan cara jemput bola hasil perekaman juga cukup signifikan. Tapi kalau hanya mengharapkan masyarakat datang ke kantor Dinas Dukcapil, hasilnya juga tidak akan maksimal.

"Namun terkadang pun jemput bola terkendala saat masyarakat tidak sedang di rumah, pergi ke laut atau pun ke kebun," ungkapnya.

Baca juga: 3 Bupati Sepakati Pembangunan Jalan Penghubung Riau - Tanjab Timur

Aruji menyebutkan, saat ini kenapa pihaknya masih melakukan jemput bola ke kecamatan. Sebab, sebagian besar alat-alat perekaman yang ada di kecamatan itu rusak. Dan yang menjadi kendala juga terkait dengan jaringan internet. 

"Memang hampir semua alat di kecamatan sudah rusak. Karena itu bantuan dari Pusat pada tahun 2014 silam," sebutnya.

Ditambahkan Aruji, saat ini pihaknya telah mengajukan kembali kepada DPRD Kabupaten Tanjabtim untuk pengadaan alat perekaman yang diperuntukan untuk kecamatan. Namun untuk tahun 2022 mendatang belum bisa terakomodir, karena saat ini masih dalam kondisi Covid-19. (usn)

Baca juga: Kerap Terbentur Kriteria, Puluhan Rumah Warga Tanjabtim Tidak Bisa Dapat Program Bedah Rumah

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved