Breaking News:

Berita Tanjabtim

Kerap Terbentur Kriteria, Puluhan Rumah Warga Tanjabtim Tidak Bisa Dapat Program Bedah Rumah

Puluhan rumah warga di Desa Menteng Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjabtim tidak mendapatkan bantuan bedah rumah, kondisi tersebut terbentur aturan

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi permukiman di Desa Mendahara Tengah. Banyak Rumah warga yang berada di pinggiran sungai menjadi salah satu sebab program bedah rumah tidak berjalan. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Puluhan rumah warga di Desa Menteng Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjabtim tidak mendapatkan bantuan bedah rumah, kondisi tersebut terbentur akan aturan dan regulasi pemerintah.

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, banyak rumah warga Mendahara Tengah yang berada persis di pinggiran aliran sungai DAS. Beberapa rumah warga tersebut terlihat memprihatinkan dan reot, karena sebagian terbuat dari dinding dan atap daun nipah.

Sebagian besar rumah tersebut milik warga sekitar yang berpenghasilan dari berkebun, dan sebagian mencari ikan. Kondisi rumah yang reot tersebut tidak dapat dimasukkan dalam program bedah rumah kementerian dikarenakan terbentur akan peraturan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Mendahara Tengah (Menteng) Nurhidayah kepada Tribunjambi.com menuturkan, terkait banyak warganya yang semestinya sudah layak mendapatkan program bedah rumah, jika dilihat dari kondisi rumah mereka namun terbentur aturan cukup banyak jumlahnya.

"Kalo jumlah pastinya belum kita lakukan pendataan, namun jika diperkirakan jumlahnya mencapai angka puluhan. Karena sebagian rumah warga di sini masih menggunakan kayu dan daun nilah," ujarnya, Senin (29/11/2021).

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya selalu berkoordinasi bersama Kepala Dusun untuk menyampaikan berapa warganya yang layak mendapatkan program bedah rumah. Tahapan, usulan dari dusun kemudian ke desa baru ke kecamatan atau ke kabupaten.

"Kami selalu berusaha siapapun yang rumahnya layak untuk diajukan bedah rumah kita selalu ajukan, hanya saja kita kerap terbentur akan kriteria penerima bedah rumah oleh Kementerian," tuturnya.

"Salah satunya terkait rumah warga yang berada di pinggir sungai, dan juga persyaratan lain yang memang masih belum dimiliki oleh calon penerima," jelasnya.

Dalam beberapa kesempatan dirinya selalu mencari solusi, untuk menangani permasalahan tersebut. Salah satunya pada kesempatan kegiatan mahasiswa dan PMI di desanya.

Baca juga: Rumah Sayuti Dibedah, Fadhil Arief: Melalui Zakat Bedah Rumah Warga Lebih Menyentuh

Kades perempuan tersebut, kembali meminta usulan atau bantuan melalui Ketua PMI Provinsi Jambi Hasan Basri Agus, yang juga sebagai Anggota DPR RI agar dapat memberikan solusi bagi warga Menteng yang membutuhkan hunian layak huni.

"Kita juga meminta tolong agar dapat diperjuangkan di DPR RI melalui HBA," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Harian PMI Provinsi Syahrasaddin, langsung memberikan tanggapan terkait apa yang disampaikan oleh Kepala Desa Menteng tersebut.

Menurutnya, terkait bantuan rumah Pemerintah melalui program BSPS jika dilihat dari geografis masyarakat Mendahara memang tidak bisa. Namun pihaknya ada beberapa alternatif yang mungkin bisa digunakan untuk membantu masyarakat Menteng dalam hal rumah layak hunian.

"Ada Dua cara yakni melalui program bedah rumah melalui Provinsi, itu bisa dilakukan tentunya melalui pengusulan dari camat ke perkim. Kemudian melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu) setahun 100 unit program kusus di komisi 1 DPR RI," jelasnya.

Baca juga: Dapat Bantuan Bedah Rumah, Pasangan Suami Istri Ini Bercerai Gara-gara tak Sanggup Bayar Tukang

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved