Breaking News:

Reny Suharti, Guru Milenial yang Memilih Mengabdi untuk Sekolah Pelosok

Tidaklah mudah menjadi seorang guru yang harus memberikan pendidikan kepada anak-anak di wilayah terpencil.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Danang
Reny Suharti generasi muda yang masih mau mengabdikan diri untuk mengajar di wilayah tertinggal dan pelosok. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Tidaklah mudah menjadi seorang guru yang harus memberikan pendidikan kepada anak-anak di wilayah terpencil.

Di era modern seperti saat ini, masih ada beberapa wilayah yang belum bisa menikmati akses dengan baik, seprti akses jalan, dan teknologi.

Di tempat yang jauh dari akses yang memadai Reny Suharti mengabdikan dirinya untuk mengajar di sekolah SD. Ia merupakan generasi muda yang masih mau mengabdikan diri untuk mengajar di wilayah tertinggal dan pelosok.

Di saat teman-temannya lebih memilih untuk mengajar di sekolah yang memiliki fasilitas dan akses yang baik ia lebih memilih mengambil tantangan besar mengabdikan diri di SD 041/V Tungkal V.

SD 041/V Tungkal V ini berada di Desa Teluk Pulai Raya, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjabbar, ini merupakan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hilir di Provinsi Riau.

Akses menuju desa tersebut dua jam ditempuh menggunakan perahu dari Kota Kuala Tungkal, atau dengan kendaraan roda dua dengan menyeberangi sungai karena tidak ada jembatan penyebrangan ke kecamatan seberang kota.

Perempuan yang lahir 24 tahun silam ini memilih mengabdi kepada negara dan masyarakat dengan menjadi guru untuk mengajar di wilayah pelosok.

Namun hal itu seperti itu menjadi tantangan besar bagi dirinya karena SD 041/V Tungkal V masih sangat minim sekali tenaga pendidiknya. Melihat keadaan itu ia justru merasa terpanggil untuk mengabdi dan memilih meninggalkan tawaran mengajar di sekolah di wilayah Kota.

Padahal fasilitas sekolah berpengaruh penting untuk kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang kurang memadai akan menghambat proses belajar mengajar di sekolah.

Begitupun juga mengenai kurangnya tenaga pengajar yang kurang profesional, ketika sarana dan prasarana sekolah tidak memadai yang juga akan mengakibatkan minimnya pendidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved