Breaking News:

Taliban Terancam Bangkrut Akibat Sanksi AS, Dikabarkan Akan Jualan Ganja Rp 6,2 Triliun

Taliban dikabarkan telah menyepakati penjualan ganja senilai 430 juta dolar AS atau setara Rp6,2 triliun.

Sumber: AP Photo/Zabi Karimi
Jajaran komandan kelompok Taliban beserta pengawal tampak di ruang kerja presiden Afghanistan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KABUL - Setelah berhasil menguasai Afgahnistan, Taliban kini dilanda krisis keuangan.

Mereka pun dikabarkan telah menyepakati penjualan ganja senilai 430 juta dolar AS atau setara Rp6,2 triliun.

Ini menjadi kesepakatan perdagangan pertama Taliban setelah menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.

Taliban mengatakan mereka akan mulai membuka kebun penanaman untuk bisa menjual semua produk ganja.

Bahkan penjualan itu juga dikabarkan bakal dilakukan dalam hitungan hari.

Baca juga: Taliban Semakin Terdesak, Kini Mohon-mohon ke Amerika Akibat Keuangan Sekarat

Hal ini jelas mengagetkan dunia, sebab sebelumnya Taliban menegaskan akan memerangi penjualan ganja yang marak di Afghanistan.

Afghanistan juga dikenal sebagai salah satu pemasok ganja tertinggi ke Eropa.

Meski masih menegaskan ganja ilegal di Afghanistan, Taliban mengatakan mereka menutup mata demi mendapatkan profit.

Afghanistan memang mengalami kesulitan keuangan setelah Amerika Serikat (AS) membekukan aset-aset mereka.

Pihak Taliban mengaku mereka akan menjual ganja itu ke perusahaan pembuat obat dan medis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved