Breaking News:

Berita Ekonomi

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi: Perekonomian Jambi Tumbuh Lebih Baik Lagi di Tahun Depan

Berita Jambi-Bank Indonesia Provinsi Jambi menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Nani Rachmaini
FITRI AMALIA/TRIBUNJAMBI.COM
Suti Masniari Nasution selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM - Bank Indonesia Provinsi Jambi menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021.

Suti Masniari Nasution selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi memgatakan pertemuan ini dilakukan setiap tahunnya untuk menyampaikan refiew perekonomian di tahun berjalan, kinerja serta outlook perekonomian di tahun depan.

Suti mengatakan Bank Indonesia tetap optimis memandang prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi tahun 2022. Inflasi di Provinsi Jambi diperkirakan akan tetap berada dikisaran 3±1% (yoy) guna mendukung pemulihan ekonomi Indonesia searah dengan sasaran inflasi nasional 2022-2024.

Memperkuat program pengendalian inflasi daerah melalui TPID di level provinsi dan kabupaten/kota selaras dengan road-map pengendalian inflasi nasional 2022-2024 yang berfokus pada “Akselerasi Perbaikan Struktural dengan Mendorong Adopsi Digital untuk Stabilitas Inflasi dan Pemulihan Ekonomi Menuju Indonesia Maju”.

Provinsi Jambi tahun 2022 diperkirakan akan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah meredanya pandemi secara gradual. Konsumsi diperkirakan akan kembali meningkat seiring dengan berbagai stimulus yang dilakukan terutama untuk mendorong konsumsi kelas menengah/atas dan perbaikan pendapatan sejalan dengan membaiknya kinerja sektor ekonomi utama.

"Tentunya terkait perekonomian tahun depan kita tetap optimis terutama perekonomian Jambi tumbuh lebih baik lagi di tahun depan, tetapi ada beberapa tantangan yang harus kita atasi supaya kita mencapai pertumbuhan yang lebih baik lagi sesuai dengan apa yang kita inginkan di tahun depan," ujarnya.

"Kita (Provinsi Jambi) di triwulan III ini saja sudah tumbuh 5,91 tertinggi nomor 2 se-Sumatera setelah Babel, tentunya ditahun depan dengan sinergi, inovasi serta kolaborasi yang kita lakukan kita meyakini pertumbuhannya positif dan lebih baik lagi kedepannya, tentu berkat doa, sinergi, kerja keras bersama," tambahnya.

Adapun bidang-bidang yang harus ditingkatkan sesuai dengan karakteristik perekonomian Provinsi Jambi seperti pertanian, pertambangan, industri perdagangan dan industri pengolahan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

"Itu adalah sektor-sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jambi yang besar porsinya terhadap perekonomian Jambi, jadi itu harus kita upayakan untuk bisa didorong lebih baik lagi, juga sektor-sektor pertumbuhan baru yang memang sedikit atau kita yakini dia kecil terhadap dampak penularan Covid-19 namun dampaknya terhadap perekonomian kita besar," jelas Suti.

BI juga mendorong digitalisasi ekonomi Provinsi Jambi, termasuk mendigitalisasikan UMKM.

"Jadi itu ke depannya yang harus kita lakukan mencari sumber-sumber termasuk dari local value jadi kita mencoba mengangkat pariwisata untuk sebagai sumber pendorong pertumbuhan ekonomi yang baru di Jambi," ujarnya.

DIgitalisasi UMKM sendiri telah dimulai BI Provinsi Jambi beberapa tahun ini. Bank Indonesia Provinsi Jambi telah melatih UMKM untuk masuk ke dunia digital dan masuk ke platform-platform digital.

Bahkan pemasaran produk dan sistem pembayaran UMKM Jambi juga sudah mulai dilakukan secara digital.

"Jadi UMKM ini memang harus kita giring ke arah digitalisasi untuk mereka bisa eksis," pungkas Suti. (*)

Baca juga: Kepala BI Jambi: Perempuan Tidak Bisa Seperti Dulu Lagi, Harus Tetap Menggali Ilmu

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved