Breaking News:

Pencurian Buku Nikah di Bungo

Polres Bungo Serahkan SPDP Empat Tersangka Pencurian Buku Nikah ke Kejari Bungo

Berita Bungo-Penyidik Polres Bungo menyerahkan berkas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pencurian buku nikah

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Setelah melakukan pemberkasan, akhirnya Penyidik Polres Bungo menyerahkan berkas Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pencurian buku nikah di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bungo kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungo.

Kajari Bungo, Sapta Putra menyebutkan setelah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), Kejaksaan akan menunggu pemberkasan dari penyidik.

"Berdasarkan informasi, buku nikah yang dicuri bisa dijual Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Namun, ketika sudah diisi bisa lebih tinggi lagi harganya," ujar Sapta.

Sapta melanjutkan, pelaku yang sudah dilimpahkan tersebut akan dijerat dengan pasal yang berbeda. Hal itu dilakukan kerena peran dari pelaku yang berbeda-beda.

"Akibat perbuatannya, pelaku utama dijerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Sedangkan untuk pelaku penadah, mereka disangkakan dengan Pasal 480," tambah Sapta.

Empat pelaku berhasil diringkus Tim Petir, Satreskrim Polres Bungo, Jumat (12/11) lalu. Dari keempat pelaku tersebut, diketahui satu orang merupakan pelaku utama yang melakukan aksi pencurian atas nama Agam (37) yang berhasil diringkus di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang Sumatera Barat.

Sementara, tiga orang lainnya berperan sebagai penadah, yakni Hendrizal (36) warga Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.

Yurnalis (66) warga Bangkinang, Kelurahan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau dan Bachtiar (68) warga Desa Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Ketiga pelaku ini berhasil diringkus di Pesisir Sumatera Barat dan Riau.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP. Guntur Saputro menyebut telah membentuk tim khusus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku sindikat buku nikah tersebut.

"Sekarang penyelesaian tahap 1 melengkapi berkas perkara. Tersangka baru belum ada, masih pengembangan," kata Guntur.

Guntur juga memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas baru terhadap pelaku yang belum ditangkap.

"Sudah (mengantongi identitas pelaku baru) mas," imbuhnya. (*)

Baca juga: Buru Sindikat Pencurian Buku Nikah, Polres Bungo Bentuk Tim Khusus

Baca juga: UPDATE Kasus Pencurian Buku Nikah, Polres Bungo Periksa Empat Security Kemenag

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved