Breaking News:

Berita Nasional

Petinggi Partai Demokrat Ini Heran Pertemuan Politik Prabowo-Megawati di Istana

Pertemuan politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri mendapat kritikan dari Partai Demokrat

Editor: Rahimin
Tribunnews/JEPRIMA
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribunnews.com, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021). Petinggi Partai Demokrat Ini Heran Pertemuan Politik Prabowo-Megawati di Istana 

TRIBUNJAMBI.COM - Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Istana Negara baru-baru ini mendapat sorotan dari partai lain.

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri itu juga dihadiri Puan Maharani. 

Petinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng ini heran, pertemuan politik itu dilakukan di Istana Negara, Rabu (17/11/2021) lalu.

Eks Juru Bicara Presiden era pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bilang, pertemuan politik sebaiknya tidak dilakukan di Istana Kepresidenan.

Kata Andi Mallarangeng, SBY tidak pernah menggelar pertemuan partai politik di Istana Negara ataupun Istana Merdeka saat menjabat sebagai kepala negara.

"Kalau di zaman Pak SBY, kegiatan politik kepartaian biasanya dilakukan di Cikeas," katanya dihubungi Kompas.com, Kamis pekan lalu (18/11/2021).

Andi Mallarangeng heran pertemuan yang mengagendakan politik itu bisa terjadi di Istana Negara, tanpa ada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bagaimana mungkin ada orang-orang yang bukan presiden menjabat, melakukan pertemuan politik kepartaian di Istana Presiden. Presiden saja tidak pantas melakukannya. Apakah sudah mendapat izin Presiden?" kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

Andi Mallarangeng menjelaskan alasan mengapa Istana Negara tidak boleh dijadikan sebagai tempat pertemuan politik kepartaian.

Pertama, Istana Negara maupun Istana Merdeka merupakan simbol Lembaga Kepresidenan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved