Breaking News:

Mantap Pembangkit Listrik Tenaga Surya Inovasi Mahasiswa Fakultas Saintek Unja

Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Saint dan Teknologi (Saintek) Universitas Jambi (UNJA) membuat terang Desa Bungku

Editor: Rahimin
Istimewa
Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Saint Dan Teknologi (Saintek) Universitas Jambi (UNJA) yang lolos Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) menyelesaikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) Di Desa Bungku. 

TRIBUNJAMBI.COM - Mahasiswa teknik Elektro fakultas Saint Dan Teknologi (Saintek) Universitas Jambi (UNJA) yang lolos Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) telah menyelesaikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) Di Desa Bungku

Peresmian dan serah terima dilaksanakan Kamis (4/11/2021) lalu. Dihadiri team mahasiswa sebanyak 15 Orang, Ketua Program Studi Teknik Elektro, Sekretaris Prodi Teknik Elektro, Dosen Pembimbing, pemateri, pemda setempat serta masyarakat Desa Bungku.

"Kami mengundang rektor untuk peresmian dan serah terima PLTS tersebut. Namun, karena berhalangan hadir jadi diwakilkan,” ujar Muhammad Said, aggota Team PHP2D Himatro.

“Kami dan team PHP2D Himatro memilih Desa Bungku sebagai lokasinya karena desa tersebut memiliki masalah yaitu kurangnya energi listrik. Oleh karena itu kami mencoba membuat PLTS melalui bantuan dana PHP2D tersebut,” lanjut Said.

“Tahap pertama yaitu kami melakukan analisa kebutuhan desa. Di mana kami melakukan analisa pembangunan PLTS untuk desa tersebut. Kira-kira PLTS yang kami bangun Ini bisa memfasilitasi apa saja,” tambahnya.

Suasana malam hari di Desa Bungku yang terang karena adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS).
Suasana malam hari di Desa Bungku yang terang karena adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS). (Istimewa)

Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan Team Himatro, PLTS yang mereka bangun hanya mampu untuk penerangan jalan umum, sekolah, masjid dan polides. Sedangkan untuk rumah-rumah nasyarakat masih menggunakan diesel dan PLTS yang dipasang sendiri.

“Perakitan kami lakukan 2 sesi. Pertama perakitan kerangka panel surya kami lakukan di Jambi. Setelah itu kami turun ke desa dengan membawa kerangka yang sudah jadi. Di desa kami tinggal memasang kerangka yang telah dibuat dan memasang panel dan kontroler dari panel surya tersebut,” ujarnya.

Team Himatro nengaku mendapat sedikit kendala terhadap mobilitas ke Desa Bungku. Namun begitu, instalasi PLTS tetap terlaksana dengan baik.

"Kami memiliki kendala terhadap jarak kampus untuk nenuju desa tersebut karena cukup jauh sekitar 3-4 jam untuk sampai di sana. Di samping itu jalan desa masih tanah merah. Jadi sangat mengganggu perjalanan jika hujan turun,” ungkap Said.

Team Himatro menggunakan panel surya jenis MonoCrystaline dan Policrystaline guna memaksimalkan PLTS tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved