Breaking News:

93 Persen Merchand di Provinsi Jambi Gunakan QRIS Sebagai Sistem Pembayaran Digital

Di Jambi setidaknya sudah ada 115 ribu merchand yang mengandalkan QRIS sebagai pembayaran.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebagai bentuk dari perubahan digitalisasi dalam pembayaran Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Adanya QRIS memberikan kemudahan dalam masyarakat melakukan transaksi kemudahan.

Khusus di Jambi setidaknya sudah ada 115 ribu merchand yang mengandalkan QRIS sebagai pembayaran. Hal ini disampaikan oleh
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution.

Program QRIS ini sendiri dilakukan untuk menggalakkan cashless society (pembayaran uang digital). Jambi sendiri, kata Suti sangat menerima terhadap kehadiran program QRIS ini.

" Di jambi QRIS penerimaan ya sangat baik. Target nasional itu 12 juta merchand di akuisisinya di 2021 ini. Khusus untuk jambi itu targetnya 125 ribu merchand dan sampai bulan November awal sudah 115 ribu yang menggunakan QRIS, "ungkapnya.

Mengartikan jumlah tersebut, kata Suti setidaknya sudah 93 persen di seluruh Provinsi Jambi yang menggunakan QRIS. Hal tersebut menandakan bahwa QRIS sudah diterima oleh masyarakat.

" Saya ke sabak kampung laut dan ke UKM batik itu saya pakai QRIS bayarnya. Untuk Jambi semua rata-rata mulai gunakan itu. Paling maju atau banyak itu sekitaran kota jambi. Saat ini terus kita upayakan daerah lain bisa sama seperti kota jambi, "sebutnya.

"Karena apa, karena masyarakat jambi sudah menyadari betapa bertransaksi dengan QRIS itu sangat mudah. Jadi kita jargon kita itu CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal, " Tambahnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa masyarakat akan sangat meminimalisir untuk masyarakat terjebak dengan uang palsu. Inilah yang diharapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan QRIS dalam pembayaran.

"Terbukti dengan QRIS kita tidak akan terjebak dengan uang palsu. Tidak repot dengan kembalian. Jadi masyarakat sendiri yang merasakan bahwa sudah suatu kebutuhan untuk bertransaksi secara digital, " Pungkasnya.

Baca juga: Bank Indonesia Luncurkan Standar Nasional Open API Pembayaran dan Praresmi Qris Antarnegara

Baca juga: Transaksi Nontunai Meningkat, Hingga Maret 2021 Tercatat 66.666 Merchant QRIS di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved