Breaking News:

Berita Tanjabtim

Besok Sidang Penentuan Praperadilan Ketua KPU Tanjabtim, Jika Tak Hadir Terancam Gugur

Kelanjutan sidang legal standing dan praperadilan Ketua KPU Tanjabtim kembali akan digelar, Senin (22/11/2021).

Tribunjambi/Abdullah Usman
Pasca penetapan tersangka kasus korupsi dana hibah Pilkada Jambi 2020 KPU Tanjabtim, hingga kini dua tersangka masih belum diketahui keberadaannya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kelanjutan sidang legal standing dan praperadilan Ketua KPU Tanjabtim kembali akan digelar, Senin (22/11/2021).

Agendanya yaitu mendengarkan keterangan dari Nurcholis Ketua KPU Tanjabtim.

Jika pada Senin Nurcholis tidak kunjung hadir, maka permohonan praperadilan terancam gugur.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tanjabtim meminta kuasa hukum dari KPU untuk dapat menghadirkan Ketua KPU pada sidang yang digelar Jumat (19/11/2021) lalu.

Namun ia tidak juga hadir sehingga hakim memberikan waktu terakhir hingga Senin.

Keputusan hakim memberikan waktu hingga Senin tersebut, dikarenakan pihak Kuasa Hukum Nurcholis beralasan hingga saat ini pihaknya belum bisa berkomunikasi dengan kliennya dan tidak mengetahui keberadaan Nurcholis termasuk pihak Nurcholis sendiri.

Terkait persidangan hidup mati yang akan dihadapi KPU pada Senin nanti, Kuasa Hukum KPU Tengku Ardiansyah bum bisa memastikan kliyenya dapat hadir pada sidang Senin nanti.

Baca juga: BREAKING NEWS Resmi Ketua KPU Tanjabtim DPO, M Masih Belum Ditahan

"Untuk menghadirkan Nurcholis pada sidang Senin nanti, bisa atau tidaknya kita belum tahu. Yang pasti kita sudah sampaikan ke pihak keluarga, karena hingga saat ini kita tidak mengetahui keberadaan Nurcholis dimana," ujarnya.

"Kami hanya penyampai, plus minus dalam persidangan kita sampaikan semua ke keluarga. Tinggal pihak keluarga sendiri yang menyampaikan ke N, harapan kita Senin nanti Nurcholis bisa hadir, " tambahnya.

Terkait permohonan yang kami ajukan sudah dapat di buktikan, terkait hasil putusan tentunya di kembalikan semua ke pihak Hakim bagaimana memutuskan nanti.

Sementara itu pihak penyidik kejari melalui Kasi Intel Kejari Arsyad menuturkan, terkait waktu tambahan bagi Nurcholis tersebut sempat membuat kecewa pihaknya meski akhirnya tetap mengikuti keputusan hakim.

Terkait Nurcholis yang hingga saat ini masih berstatus DPO, pihaknya dengan tegas memberikan peringatan bagi siapapun yang menghalangi proses penyelidikan akan mendapatkan sanksi hukum.

"Siapapun yang menghalangi proses penyelidikan ini kita tidak segan untuk memberikan pasal 21 UU Tipikor," pungkasnya.

Baca juga: Inilah Tuntutan Puluhan Mahasiswa Orasi di Kejati Jambi, Kasus Dugaan Korupsi Pejabat KPU Tanjabtim

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved