UMKM Jambi

13 Tahun Bekerja di Perusahaan Perkebunan, Mantan Karyawan Ini Sukses Jadi Pengusaha Amplang Udang

Tribunjambi/M Yon
Bermodal resep keluarga yang piawai membuat amplang udang, Doddy Iskandar mulai usahanya sejak 2016. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Jabatan bagus, gaji yang besar tidak menyurutkan niat Doddy Iskandar menjadi pelaku UMKM.

Bermodal resep keluarga yang piawai membuat amplang udang, dia pun mulai usahanya sejak 2016.

Doddy Iskandar menceritakan ide membuka usaha amplang ini hadir ketika dia mengunjungi neneknya di Tembilahan.

“Kala itu kami sekeluarga sedang takziah wafatnya almarhum kakek, di sanalah saya melihat usaha amplang udang nenek yang cukup sukses,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Sesampainya di Jambi, dia dan istrinya mulai melakukan eksperimen untuk menyempurnakan rasa dan kualitas, hingga lahirlah produk amplang yang seperti sekarang ini.

Di awal memulai usaha, Doddy hanya mengemas produknya dengan ukuran kecil dan dititipkan ke warung-warung yang ada di sekitar rumahnya.

Namun seiring berjalannya waktu dia mulai mengembangkan usahanya dan membuat brand.

Kini Amplang Udang Nafiza milik Doddy telah memiliki semua izin yang dibutuhkan termasuk logo halal.

Baca juga: Aplikasi Belanjo, Belanja di Kota Jambi Kini Cukup dari Genggaman

Saat ini, Amplang Udang Nafiza milik Dodi memiliki dua varian, yakni varian original dan pedas.

Produk amplang udang ini dikemas dalam empat jenis ukuran, mulai 50 gram, 150 gram, 500 gram hingga 1 kg.

Kemasan 500 gram dan 1 kg hanya hadir disaat hari besar saja seperti Idul Fitri.

Sedangkan harganya cukup bervariasi. Untuk ukuran 150 gram original hanya di bandrol Rp 20 ribu per pack sedangkan yang pedas sedikit lebih mahal.

Sedangkan kemasan musiman yang Rp 1 Kg hanya Rp 120 gram per pack.

Omset Terjun Bebas di Saat Pandemi

Sebelum pandemi Covid-19 Amplang Udang Hafiza mampu memproduksi lebih 100 pack untuk ukuran 150 gram dan belum termasuk ukuran yang lain.

Untuk memproduksi dan memasarkan produk sebanyak itu Doddy mempekerjakan hingga 14 orang karyawan.

Namun semenjak pandemi awal tahun 2020, Doddy terpaksa menghentikan produksinya karena tidak ada permintaan.

Karyawannya pun terpaksa dirumahkan kala itu.

Baca juga: Resep Ramyeon Kuah Pedas, Gunakan Cabai Bubuk

Doddy mengatakan di awal pandemi kita sempat berhenti produksi hingga tiga bulan lamanya.

“Namun setelah itu kita terpaksa kembali produksi karena kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Namun di sampai saat ini Doddy masih belum memanggil semua karyawannya karena masih belum seutuhnya pulih.

“Ya walaupun, sudah berangsur pulih tapi belum seperti dulu lagi,” pungkasnya. (Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi).