Breaking News:

Investasi di Tanjabbar Capai Rp 1,1 Triliun, Sumbangan Terbesar di Sektor Perkebunan

DPMPTDP Kabupaten Tanjabbar mencatat di Tahun 2021 sampai dengan Triwulan ketiga Tambahan Realisasi Investasi sebesar Rp 1,1 Triliun.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
kontan
ilustrasi perkebunan sawit. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTDP) Kabupaten Tanjabbar mencatat di Tahun 2021 sampai dengan Triwulan ketiga Tambahan Realisasi Investasi di Kabupaten Tanjabbar sebesar Rp 1,1 Triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas  DPMPTSP Tanjabbar Yan Ery, ia mengatakan realisasi investasi tersebut melebihi target pada RPJMD.

"Target investasi kita pada RPJMD itu sebesar Rp 127 Miliar, sedangkan realisasi investasinya saat ini sudah sebesar Rp 1,1 Triliun, artinya sudah lebih 864% capaiannya, target dari Provinsi juga hanya sebesar Rp 55 Miliar," jelasnya, Jumat (19/11/2021).

Ia mengatakan dari Rp 1,1 Triliun tersebut sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar investasi yaitu sebesar 64%.

"Dari sektor perkebunan menyumbang sebesar 64% dari total realisasi investasi tahun 2021 dengan nilai Rp 710 Miliar," ujarnya.

Perkebunan kelapa sawit dikatakan Yan Ery, menjadi nilai investasi tertinggi di Tanjabbar, dari Rp 710 Miliar, 97% dari perkebunan sawit, sedangkan sisanya 3% dari Hutan Tanaman Industri. Dan mayoritas Investasi perkebunan ini berada di wilayah Ulu.

Baca juga: Hujan Lebat, Jembatan Desa Rantau Benar Tanjabbar Hanyut Terbawa Arus Sungai

Baca juga: Gandeng PT LPPPI, Korem 042/Garuda Putih Lanjutkan Serbuan Vaksinasi di Tebing Tinggi Tanjab Barat

Baca juga: Warga Tanjab Barat Keluhkan Jalan Sungai Nibung: Kalau Hujan Kadang Terjadi Kecelakaan

Selain investasi perkebunan sebanyak 64%, sampai dengan Triwulan ketiga ini sektor sekunder dan sektor tersier juga menyumbangkan nilai investasi.

"Sampai dengan triwulan ketiga ini, sektor sekunder melalui sektor industri menyumbang investasi sebesar 21% melalui Industri Pengolahan Minyak Kelapa Sawit yang tersebar di Kabupaten Tanjabbar, dari sektor tersier menyumbang realisasi sebesar 14% melalui realisasi sektor listrik, gas dan air dengan proyek pembangunan GI (Gardu Induk) PLN di Bram Itam dan Tungkal Ulu serta SUTT PLN," jelasnya.

Tidak ada investor baru dalam Realisasi Investasi ini, Yan Ery mengatakan ini berasal dari Investor lama yang melakukan pembelian aset tetap untuk keperluan usaha.

Secara akumulatif ia mengatakan Realisasi Investasi dari tahun 2017 - 2021 adalah sebesar 4.7 Triliun.

Nilai realisasi investasi ini dicatat berdasarkan laporan penambahan untuk pembelian modal aset tetap yg dilaporkan perusahaan melalui LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) yg dilaporkan secara online setiap triwulan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved