Breaking News:

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda Jambi Pantau Harga Bahan Pokok hingga Titik Produksi

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi pantau kenaikan harga bahan pokok di pedagang hingga produksi.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
ADE SETYAWATI/TRIBUNJAMBI.COM
Harga cabai merah di Pasar Angso Duo mengalami penurunan harga sedangkan cabai rawit geprek mengalami kenaikan 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi pantau kenaikan harga bahan pokok di pedagang hingga produksi.

Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram mengatakan, hal tersebut dilaksanakan, guna memastikan dapat menikmati harga yang wajar ke pada masyarakat.

"Hal ini kami lakukan agar masyarakat dapat menikmati harga yang wajar atau adil dari para pedagang, dan untuk menghindari pedagang atau produsen yang mencari untung berlebih, " kata Bram, Kamis (18/11/2021).

Bram menambahkan, pihaknya akan terus memantau semua titik-titik produksi, distribusi sebelum sampai ke konsumen perubahan harga bahan-bahan pokok yang ada di pasaran. 

Setelah melakukan monitoring tersebut, pihaknya akan melakukan perhitungan mengenai harga akhir yang sampai kepada konsumen. 

"Kami juga sudah bekerja sama dengan Satgas Pangan Provinsi, dan jika ditemukan adanya indikasi produsen dan titik distribusi akhir yang kedapatan mendapatkan untung berlebihan, kami akan lemparkan temuan tersebut ke Satgas Pangan Provinsi untuk ditindaklanjuti, " jelasnya.

Baca juga: 10 Personel Polres Batanghari Diperiksa Propam Usai 24 Tahanan Lapas Muara Bulian Kabur

Sanksi yang diberikan kata Bram, biasanya bersifat sanksi Administratif seperti pencabutan izin usaha atau yang lain, karena peraturan yang berlaku seperti itu dan tidak terdapat sanksi pidana bagi pihak yang mengambil untung berlebihan. 

"Selama kita lakukan pemantauan, kemarin sempat kita temukan pihak yang membeli cabai dari daerah Jember seharga Rp 22 ribu per kilogram, namun setelah sampai di pasar harganya menjadi Rp 35 ribu per kilogram, kemudian kita temukan indikasi tidak wajar antara harga dari produsen ke distribusi akhir dan kita lakukan tindakan, sekarang harga cabai sudah di bawah Rp 30 ribu per kilogram," pungkasnya.

Baca juga: Truk Muatan Material Proyek Terguling Nyaris Lindas Pemilik Kios Buah: Syok Saya Bang!

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved