Breaking News:

Berita Batanghari

Akibat Luapan Sungai Batanghari Puluhan Hektare Sawah di Mersam Terimbas Gagal Panen

Akibat curah hujan yang begitu tinggi membuat Sungai Batanghari meluap, imbasnya puluhan hektare sawah terendam banjir di Kecamatan Mersam.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/musawira
Akibat curah hujan yang begitu tinggi membuat Sungai Batanghari meluap, imbasnya puluhan hektare sawah terendam banjir di Kecamatan Mersam. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Akibat curah hujan yang begitu tinggi membuat Sungai Batanghari meluap, imbasnya puluhan hektare sawah terendam banjir di Kecamatan Mersam.

Sawah-sawah ini terendam banjir sudah dimulai satu minggu yang lalu.

Tercatat di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari setidaknya seluas 36 hektare lahan padi sawah terendam banjir di Kecamatan Mersam.

Dari kelompok Tani Lahan Gambut, Desa Sungai Puar luas tanam 6 hektare, semunya terkena.

Desa Simpang Rantau Gedang, kelompok tani Suka Maju, luas tanam 43 hektare luasan yang terkena 30 hektare.

Masing-masing laporan berdasarkan monitoring DPI Banjir pada 9 November 2021.

“Jadi semua sawah yang terendam kita bilang gagal panen dengan umur tanam vegetatif yakni 50-70 hari, semua daerah kita terkena banjir namun usia padi masih belum produksi atau masih vegetatif,” kata Sazili Musaqa Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari, Kamis (18/11/2021).

Pihaknya saat ini sedang mendata, kata dia pernah mengikuti rapat bersama BPBD Batanghari mengenai daerah rawan banjir, tapi belum memasuki tahapan penanggulangan adanya dampak dari banjir.

“Kita belum tahu apakah ada bantuan untuk daerah yang rawan banjir. Saat ini musim tanam kedua, kita masih terapkan IP200,” katanya.

Kegagalan panen ini kata dia biasanya ada bantuan tapi pihaknya belum menindaklanjuti bersama pihak terkait.

Ke depan dia berujar akan membuat langkah strategis dengan cara pergesaran jadwal tanam untuk mengantisipasi risiko gagal panen.

“Perubahan iklim tak bisa diprediksi, jadi pergeseran musim tanam, saat ini periode April-September nanti kita geser musim tanam Juli. Dan itu bisa jadi kebiasaan tani. Kita akan koordinasi dengan poktan di daerah bersangkutan kita akan temu lapang pada saat penjadwal masa tanam,” pungkasnya.

Baca juga: Detik-detik Kota Batu Diterjang Banjir Bandang, Warga Terset Arus Sampai ke Sawah

Baca juga: Dampak Musim Hujan, Dinas TPH Batanghari Catat Seluas 281 Hektare Sawah Bakal Terendam Banjir

Baca juga: Terpaksa Panen Lebih Awal, 40 Tumbuk Lahan Sawah Warga Sarang Burung Muarojambi Terendam Banjir

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved