Breaking News:

Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Mantan Kades Benteng Ditangkap Satreskrim Polres Merangin 

Mantan Kades Benteng, Kecamatan Sungai Manau periode 2013 - 2019 diamankan Satreskrim Polres Merangin atas dugaan korupsi APBDes tahun 2018 lalu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin
Polres Merangin gelar jumpa pers terkait dengan penangkapan mantan Kepala Desa Benteng, Kecamatan Sungai Manau periode 2013 - 2019. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Mantan Kepala Desa Benteng, Kecamatan Sungai Manau periode 2013 - 2019 diamankan Satreskrim Polres Merangin atas dugaan korupsi APBDes tahun 2018 lalu.

Mantan Kades Benteng bernama Muslim (53) tahun ini ditahan dan mendekam di Mapolres Merangin karena diduga menggelapkan uang negara sebesar Rp 362.261.000.

Dari data yang berhasil didapat kasus ini diketahui sudah dilaporkan ke Inpektorat Kabupaten Merangin tahun 2020 lalu.  Kemudian hasil audit tahun 2020 itu, mantan kades ini terbukti merugikan negara.

Namun kerugian negara tersebut tidak dikembalikan oleh kades tersebut, sehingga kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Merangin.

Atas dasar tersebut ditambah laporan masyarakat, mantan Kades ini akhirnya ditahan oleh pihak Polres Merangin.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan mengatakan bahwa tersangka merupakan Kades Benteng periode 2013-2019 dan terjerat korupsi APBDes tahun anggaran 2018.

"Sekarang sudah ditahan di Polres Merangin. Mantan Kades Benteng ini tersangka korupsi APBDes 2018," kata Kapolres saat konferensi pers, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: 176 Desa di Merangin Ikut Pilkades Serentak 2022, Vaksinasi Harus 70 Persen

Kapolres mengatakan, kerugian Negera atas perbuatan Muslim sebesar Rp 396.261.00 dan perkara ini merupakan kerjasama Polres Merangin dengan Inspektorat Merangin.

Dijelaskan Kapolres dalam menjalankan aksinya, kades tersebut saat APBDes dicairkan, kemudian uang tersebut bukan digunakan untuk keperluan Desa melainkan untuk keperluan usaha pribadi.

"Yang jelas APBDes digunakan untuk memperkaya diri sendiri," tambahnya.

Atas perbuatannya, kades dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved