Breaking News:

Berita Bungo

Maybank Indonesia Tanggapi Keluhan Nasabah Maybank Bungo yang Datangi Cabang dengan Marah-marah

Berita Bungo-Pihak Maybank Indonesia tanggapi keluhan satu nasabah MayBank cabang Bungo yang mendatangi kantor cabang dengan marah-marah.

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/muzakkir
Seorang warga Bungo yang melakukan aksi protes di MayBank Cabang Bungo, November 2021. 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Adanya protes dari salah satu nasabah MayBank cabang Bungo yang mendatangi kantor cabang dengan marah-marah, mendapat tanggapan dari kantor pusat Maybank Indonesia.

Untuk diketahui nasabah berinisial JS dan istrinya melakukan investasi di Maybank pada 2018 lalu, namun tak puas dengan pencairan yang dilakukan pihak bank. 

Tommy Hersyaputera selaku Juru Bicara Maybank Indonesia menyebut jika Maybank Indonesia, dalam kapasitasnya sebagai Agen Penjual Reksa Dana (APERD), telah meminta Mandiri Manajemen Investasi selaku Manajer Investasi dan juga penerbit produk Reksa Dana Terproteksi Mandiri Seri 147 (CPF147) untuk menindaklanjuti penyelesaian kewajiban pelunasan pokok dan kupon oleh PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM) atas Medium Term Notes (MTN) yang diterbitkannya dan yang menjadi aset dasar Reksa Dana Terproteksi Mandiri Seri 147 (CPF147).

Maybank Indonesia juga telah berkordinasi dan meminta pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memfasilitasi penyelesaian jatuh tempo dan memberikan kepastian bagi investor dari Reksa Dana Terproteksi Mandiri Seri 147 (CPF147).

Pihaknya mengatakan Maybank Indonesia selaku Agen Penjual Reksa Dana senantiasa berpedoman pada Prospektus Reksa Dana Terproteksi Mandiri Seri 147 (CPF147) serta tunduk pada ketentuan yang berlaku.

Dengan demikain Tommy menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan nasabah, dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Kronologi

JS dan istrinya investasi pada tahun 2018 lalu. Janjinya pada tahun baru bisa dicairkan. Tahun 2019, dirinya juga ikut menambah investasi. Total investasi mereka disebut Rp 1,262 miliar.

Setelah jatuh tempo, uang tersebut tidak dibayarkan penuh. Yang dibayarkan hanya Rp 138 juta. Setelah ditagih, ia menyebut tidak ada kepastian kapan dari pihak MayBank.

Kata JS, dirinya sudah datang ke MayBank Cabang Bungo sejak bulan lalu. Bahkan akhir-akhir ini dirinya datang minimal dua kali dalam seminggu.

Tak hanya datang ke kantor ini, namun JS juga membuat spanduk yang bertuliskan "Kami adalah nasabah korban MayBank Bungo, Uang kami Rp 1,262 miliar, sampai saat ini tidak dibayar. Bapak ibu mohon kami dibantu" ditempel di belakang mobil pribadinya.

Kata JS, dirinya akan selalu mendatangi kantor MayBank dan berkeliling Kabupaten Bungo dengan spanduk itu.

"Saya mau uang saya kembali. Rp 1,262 itu modalnya saja. Belum bunganya. Saya mau investasi ini karena ada bunganya," jelasnya lagi.

Tak puasa dengan penjelasan kantor cabang, kini keluhannya telah ditanggapi oleh kantor pusat Maybank. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved