Breaking News:

Berita Tanjabtim

Kondisi Gelombang di Laut Tanjabtim Terbilang Normal, Nelayan Malah Keluhkan Minimnya Tangkapan

Nelayan di Tanjabtim mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang minim. Padahal, gelombang laut tengah dalam keadaan normal.

Abdullah Usman
Nelayan di Tanjabtim mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang minim. Padahal, gelombang laut tengah dalam keadaan normal. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Memasuki pertengahan November, kondisi cuaca dan gelombang laut terpantau normal. Kondisi tersebut berdampak pada hasil laut nayan.

Meski curah hujan terbilang tinggi beberapa pekan terakhir, namun kondisi tersebut tidak terlalu berdampak pada kondisi gelombang di laut. Hanya saja dengan kondisi tersebut penghasilan nelayan sedikit berkurang.

Dikatakan salah satu nelayan di Kecamatan Kuala Jambi, Salek (40) mengatakan, kurangnya hasil tangkapan nelayan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan yang lalu, sejak air laut pasang tinggi terjadi.

"Kondisi gelombang saat ini memang masih normal, hanya saja tingginya air pasang juga mempengaruhi pendapatan hasil tangkap kita saat melaut," ujarnya, Senin (15/11/2021).

"Kalau sekarang memang cuaca belum mengkhawatirkan, tapi ikan ini yang susah didapat, karena air laut dengan air yang datang dari Jambi membuat air menjadi tawar, makanya hasil tangkapannya sedikit," jelasnya.

Dijelaskannya pula, alat tangkap Pukat Tarik yang biasa digunakannya itu, sebelumnya bisa menghasilkan tangkapan ikan hingga ratusan kilogram.

Tetapi sekarang untuk mendapatkan puluhan kilogram saja sulit. Jadi jangan kan untuk gaji Dirinya dan anak buah, untuk lauk makan saja susah didapat.

"Iya, kalau sekarang ni dapat untuk makan saja sudah Alhamdulillah. Paling kalau anak buah itu kalau sudah tangkapan tidak ada hanya mengambil ikan saja, kadang untuk dimasak dan kadang dijualnya (pengganti gajinya)," jelasnya.

Lanjutnya, saat ini cuaca memang masih normal. Artinya ini adalah awal menuju puncak cuaca ekstrem yang diprediksikan terjadi pada bulan Desember 2021 sampai bulan Januari hingga Februari 2022 mendatang.

Namun, lanjutnya, Dirinya merasa bersyukur sampai dengan bulan November ini masih bisa pergi mencari ikan di laut. Sebab, kalau sudah angin kencang yang datang dari Barat sudah turun, para nelayan sudah enggan untuk melaut karena mengkhawatirkan keselamatan.

Baca juga: Korban Tenggelam di Kampung Nelayan Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kolong Rumah Warga

Baca juga: Gelar Vaksinasi di Kampung Nelayan, Polsek Tungkal Ilir Harus Kerja Ekstra

Baca juga: Tiga Hari Nelayan di Tanjab Barat Tak Bisa Melaut Karena Solar Langka

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved