Kisah Perjuangan Latif ke PON XX Papua, Pergi Biaya Sendiri hingga Raih Medali Perak

Abdul Latif Mana merupakan atlet angkat berat dari Kabupaten Tanjabbar berhasil meraih medali Perak dalam ajang PON XX Papua.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Abdul Latif Mana merupakan atlet angkat berat dari Kabupaten Tanjabbar yang berhasil meraih medali Perak dalam ajang PON XX Papua. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Abdul Latif Mana merupakan atlet angkat berat dari Kabupaten Tanjabbar yang berhasil meraih medali Perak dalam ajang PON XX Papua beberapa waktu lalu.

Tapi di balik kesuksesan pria yang kerap disapa Latif ini, ada perjuangan yang tidak mudah.

Ia menceritakan perjalanannya saat bertanding di Pra PON dan berhasil masuk lima besar, namun ia tidak diikutkan oleh KONI Provinsi Jambi untuk ikut Pelatda sebagai persiapan PON.

"Perjuangannya itu bisa meneteskan air mata, kita berjuang di Pra PON itu kan susah payah mendapatkan lima besar supaya kita bisa lolos di PON, cuma ketika kita dapat tiket lolos ke PON, kita tidak masuk tim, nama kita kan dicoret dari tim PON, jadi tidak diikutkan Pelatda," jelasnya.

Yang mengikuti Pelatda sebagai persiapan PON ini dikatakan Latif hanya peringkat tiga besar, karena adanya keterbatasan biaya yang dimiliki oleh KONI Provinsi Jambi, sehingga dirinya yang peringkat lima tidak diikutsertakan.

Ia pun sempat merasa kecewa dengan keputusan tersebut, namun ada dorongan dari teman-teman, senior dan pengurus Pabersi Tanjabbar.

Baca juga: Atlet Angkat Besi Berprestasi di PON XX Papua, Pabersi Tanjabbar Minta Dukungan Fasilitas

Mereka tetap menginginkan Latif untuk bisa ikut bertanding dalam ajang PON XX Papua karena telah mendapatkan tiket, hanya saja tidak mendapatkan fasilitas dari Koni Provinsi.

"Dari kawan-kawan dari senior-senior kasih semangat ke kita, mereka bilang, bagaimana caranya kita harus bisa berangkat tanding, masalah dana akan kita carikan," ujarnya.

Akhirnya walaupun tanpa fasilitas dari Koni Provinsi di Pelatda, namun berkat support Pabersi Tanjabbar ia berkesempatan mengikuti ajang PON XX Papua.

"Kawan-kawan sudah support semua, kalau bisa kita seumbangaan katanya, perlengkapan tanding dari pengurus, alhamdulillah dibelikan baju sama pengurus, balut, ikat pinggang, padahal harganya memang tidak murah, jutaan itu, tapi dari tim mau berkorban dan support," ucap Latif.

Biaya perlengkapan sudah disupport oleh Pengurus Pabersi Tanjabbar, ia saat itu hanya tinggal mencari dana keberangkatan ke Papua.

"Alhamdulillah jadi kita tinggal nyari untuk dana keberangkatan, kita juga sudah sempat bertemu sama Bupati Tanjabbar, alhamdulillah Bupati support, dan kemarin mau dianggarkan di APBD perubahan, cuma mungkin kendala waktu, jadi Koni Tanjabbar yang turun tangan langsung cepat mencarikan tiket keberangkatan dan perlengkapan lainnya," jelasnya.

Baca juga: Unja Gratiskan UKT Bagi Mahasiswa Juara PON XX Papua

Sebulan menjelang keberangkatan, Latif mengalami kemalangan, tangannya mengalami bengkak yang menyebabkan dirinya tidak dapat berlatih selama dua minggu, ia mengaku mulai panik karena tangan kanannya tidak kunjung sembuh, namun akhirnya tangan yang bengkak tersebut bisa semnuh tepat waktu, sehingga masih sempat untuk melakukan latihan menjelang pertandingan.

Selama latihan ia mengatakan rekor-rekor dirinya saat di Pra PON sudah terlampaui, sehingga menambah keyakinan dan semangat dirinya untuk pertandingan dan mendapatkan medali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved