Breaking News:

Pencurian Buku Nikah di Bungo

Polres Ungkap Ketua RT dan Imam Masjid di Riau Terlibat Kasus Pencurian Buku Nikah di Bungo

Berita Bungo-Kasus pencurian ribuan buku nikah di kantor Kemenag Kabupaten Bungo terungkap. Polres Bungo berhasil

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Kasus pencurian ribuan buku nikah di kantor Kemenag Kabupaten Bungo terungkap. Polres Bungo berhasil mengamankan empat orang tersangka.

Tersangka diamankan di waktu dan tempat berbeda. Ada yang di Sumatera Barat dan ada yang di Pekanbaru.

Dari empat pelaku, tiga orang di antaranya merupakan penadah, sementara pelaku pencuriannya hanya satu orang. Namun demikian, semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro menyebut jika pelaku pencurian saat ini sudah diamankan di Mapolres Bungo. Katanya, pelaku merupakan warga Sumatera Barat dan Pekanbaru Riau.

Dikatakan Guntur, pelaku merupakan sindikat yang beroperasi antar provinsi.

Bahkan seorang pelaku pencurian sudah tujuh kali melakukan aksi, namun rata-rata dia melakukan di Sumatera Barat.

Setelah barang didapat, pelaku yang bernama Agam Satyawan (36) warga Kecamatan Lubuk Bagalung Kota Padang Sumatera Barat itu langsung mengedarkan kepada penadah.

Untuk kasus ini, ada tiga orang penadah, di antaranya Hendrizal (36) warga Kecamatan Rumbai Kota Pekan Baru Provinsi Riau, Yurnalis (66) Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau dan Bachtiar (68) Kecamatan Padang Selatan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat.

Pelaku Agam menjual barang tersebut dengan harga Rp 100 hingga Rp 300 ribu. Dari penadah, buku nikah ini dijual kepada masyarakat umum.

Namun rata-rata untuk nikah siri, karena tiga penadah ini merupakan tokoh agama dan tokoh masyarakat, seperti imam masjid, ketua RT, dan ada juga tokoh agama lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved