Perkelahian Dua Pelajar SMA Titian Teras Berujung Laporan ke Polisi, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Aksi perkelahian antara dua siswa di SMA Negeri Titian Teras Abdurahman Sayoeti berada di Jaluko, Muaro Jambi berujung laporan ke polisi.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Aksi perkelahian antara dua siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Titian Teras Abdurahman Sayoeti, yang berada di Jaluko, Muaro Jambi disayangkan oleh orangtua salah satu orangtua pelajar.

Di mana, perkelahian antara dua orang pelajar tersebut terjadi pada Kamis (4/11/2021) pada pukul 20.00 WIB.

Saat itu, seorang pelajar berinisial MDI terlibat perkelahian dengan temannya berinisial MRD, usai keluar dari Laboratorium Komputer Sekolah.

Kedua pelajar tersebut masih duduk di kelas X.

Akibat perkelahian tersebut, pelajar MRD mengalami luka jahitan pada pangkal alis sebanyak 3 jahitan bagian dalam dam 4 jahitan bagian luar, dan kemudian bagian dagu 2 jahitan, jadi totalnya ada 9 jahitan.

Dari keterangan Rezni Dinanti Ibu pelajar MRD yang ditemui di kediamannya Selasa 9 November 2021, di Kawasan The Hok, Kota Jambi, menjelaskan, insiden tersebut terjadi tepat pada saat jam istirahat sebelum kembali ke barak.

Namun, Rezni menyayangkan kebijakan dari pihak sekolah, di mana, usai perkelahian tersebut kedua pelajar justru dimasukkan ke dalam satu ruang yang sama.

Kata Rezni, usai mendapat perawatan akibat luka pukul, anaknya kemudian diarahkan untuk tidur di satu ruangan dan satu kasur yang sama.

"Ya gimana, kok malah anak saya disuruh tidur di satu ruangan dengan orang yang memukulnya," kata Rezni, Selasa (9/11/2021).

Rezni juga menyesalkan pihak sekolah, yang tidak menghubungi dirinya sesaat setelah kejadian.

"Saya coba cari tau sendiri, pas hari Jumat, sekira pukul 20.00 WIB, saya menghubungi pihak sekolah dan katanya anak saya baik-baik saja, tetapi saya masih ada felling tidak enak," jelas Rezni.

Merasa tidak puas, Rezni meminta pihak sekolah untuk video call dengan anaknya, hingga akhirnya pihak sekolah menceritakan semua peristiwa yang telah terjadi pada anaknya.

Hal tersebut sontak membuat dirinya terkejut, dan pada malam itu juga sekira pukul 21.00 WIB dirinya bersama keluarganya menjemput langsung anaknya yang telah menjadi korban penganiayaan tersebut.

Keesokan harinya Rezni membawa anaknya untuk melakukan CT Scan di RS Bhayangkara Jambi, karena telah mengalami pemukulan di bagian kepala.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved