Breaking News:

Berita Jambi

Memasuki Musim Hujan, Dinkes Provinsi Jambi Ingatkan Waspada DBD

Berita Jambi-Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat hingga Oktober 2021 terdapat 133 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
ist
Ilustrasi. Demam karena DBD 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mencatat hingga Oktober 2021 terdapat 133 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari jumlah itu satu orang meninggal dunia asal Kota Jambi.

“Untuk kasus tertinggi ada di Kota Jambi 63 orang, lalu diikuti Kabupaten Tanjab Barat 23 orang, kemudian Tebo 10 orang, sementara kabupaten lain tak sampai puluhan,” ujar Eva Susanti Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Jambi.

Jumlah ini sebenarnya berkurang signifikan pada tahun 2020 periode yang sama. Saat itu ada 1.988 kasus DBD.

“Dalam curah hujan yang tinggi di penghujung tahun ini harus waspada, walau kasus ditahun ini menurun dari sebelumnya,” sebut Eva.

Yang terpenting dalam menghadapi DBD, kata dia, harus meningkatkan pemantauan jentik di rumah masing-masing. Lantaran jentik ini akan berkembang menjadi nyamuk dewasa dan menjadi vektor penular DBD.

“Harusnya setiap rumah ada yang bertugas memantau jentik, seperti di bak penampungan dan talang air, pot bunga, ban bekas atau juga sampah yang tergenang air. Ditempat ini harusnya dilakukan pengurasan dan disikat sarana ini,” katanya.

Menurut Eva, usia yang rentan terkena DBD sebenarnya pada tingkat umur anak-anak. Karena anak suka bermain dan nyamuk DBD yang suka mengigit di siang hari.

“Kita harapkan bagi anak saat bermain bisa menggunakan repelen (obat anti nyamuk) dan mengusakan menggunakan baju lengan panjang,” katanya.

Ia menambahkan, upaya 3 M plus perlu digalakkan. Yakni meliputi membuang barang bekas, menutup tempat penampungan air dan membersihkan daerah sekitar masing-masing.

“Nanti jika ada kasus positif biasanya akan dilakukan fogging untuk mencegah penularan, tapi fogging juga tak dilakukan secara terus menerus karena akan timbul resisten (kekebalan untuk nyamuk),” ucapnya.

Untuk perilaku masyarakat, Eva mengakui, pihaknya sudah melakukan upaya seperti mengangkat kader (Juru Pemantau Jenti (Jumantik).

Sudah ada coordinator jumantik pada 10 rumah,bertingkat hingga tingkat rukun tetangga.

“Ini kita harapkan bekerja dilapisan terbawah sehingga upaya pencegahan penyakit DBD bisa dilakukan dari perilaku masyarakat yang dikuatkan,” pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Widyoko)

Baca juga: Masuk Musim Penghujan Dinkes Tanjabtim Imbau Masyarakat Waspadai DBD

Baca juga: 63 Kasus DBD di Kota Jambi Hingga 18 Oktober 2021, 1 Orang Meninggal

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved