Breaking News:

Sungai Batanghari Meluap, Permukiman Warga di Tiga Kecamatan di Batanghari Terendam Banjir

Sejak Selasa (9/11/2021) malam hingga hari ini, wilayah Kabupaten Batanghari terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/musa
Pantauan BPBD Batanghari di di Kecamatan Mersam, Kecamatan Maro Sebo dan Muara Tembesi beberapa desa sudah sudah terkena banjir di halaman rumahnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Sejak Selasa (9/11/2021) malam hingga hari ini, wilayah Kabupaten Batanghari terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Hujan deras yang terjadi pada dini hari kemarin mengakibatkan debit Sungai Batanghari naik hingga meluap ke pemukiman warga.

Pihak BPBD Batanghari telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada saat terjadi cuaca buruk atau hujan dengan intensitas tinggi.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari telah melakukan komitmen bersama pemerintah desa, perusahaan setempat dan kelompok masyarakat terkait kesiapsiagaan dalam bencana.

“Dalam pencegahaan bencana ini kita akan melakukan penguatan di desa dan kelurahan dengan cara membentuk segera komunitas satgas relawan desa tangguh bencana,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Batanghari, Dwi Indra Cahyono kepada Tribunjambi.com.

Satgas ini nantinya akan mempunyai fungsi di lapangan sebagai koordinasi dan informasi kepada pihaknya sekaligus membantu dalam rangka pencegahan bencana dan kesiapsiagan di lapangan.

Baca juga: Sungai Batanghari Meluap, Rumah dan Perkebunan Warga di Muarojambi Digenangani Banjir

Sebelumnya pada 2020, di setiap kecamatan memang ada beberapa desa yang terendam, dari 124 desa dan kelurahan yang terkena banjir ada sekira 86 desa dan kelurahan yang terdata dan 37 desa dan kelurahan dalam keadaan normal.

“Saat ini kita sudah memasuki status waspada menurut informasi dari BMKG Jambi,” katanya.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batanghari, Ahmad Efendi melakukan pemantauan di daerah yang memang rawan terkena banjir atau titik rawan banjir.

Berdasarkan hasil pantauannya ia baru mendata sebagian rumah di Kecamatan Mersam di Desa Benteng Rendah dan Kembang Paseban, Kecamatan Maro Sebo Ulu di Desa Batu Sawar dan Kecamatan Muara Tembesi di Pasar Muara Tembesi yang sudah terkena banjir di halaman atau perkarangan rumahnya.

“Kami terus melakukan pemantauan karena saat ini alat pengukur ketinggian air atau APKA kita ada gangguan teknis,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved