Breaking News:

Penjualan Mobil Ikut Terkerek Kenaikan Harga TBS Kelapa Sawit

Membaiknya harga TBS kelapa sawit beberapa waktu terakhir turut mengerek penjualan mobil di Provinsi Jambi. Ditambah lagi adanya promo-promo yang dige

Editor: Deddy Rachmawan
tribunjambi/vira ramadhani
Harga Sawit Kian Tinggi, Pemilik Kebun dan Perani Sawit Tanjabtim Makin Bergairah 

TRIBUNJAMBI.COM – Membaiknya harga TBS kelapa sawit beberapa waktu terakhir turut mengerek penjualan mobil di Provinsi Jambi. Ditambah lagi adanya promo-promo yang digeber oleh dealer.

Meskipun demikian, pihak dealer menyatakan tingginya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit  bukan satu-satunya faktor.

"Bukan hanya sekadar harga sawit naik dan petani sawit saja. Contoh bulan kemarin ada pembelian Alphard oleh owner klinik kecantikan dan itu bukan petani tetapi pengusaha kecantikan dan penjualan naik memang berdasarkan program relaksasi PPnBM dan lain-lainnya," beber Ihsan Hafirudin, BM Agung Toyota Jambi Sipin kepada Tribun, Minggu (7/11).

Trio Desmadyaono, BM Agung Toyota Jambi Paal 10 mengatakan saat ini penjualan mobil memang naik. Dia bilang permintaan mobil tetap mengacu kepada kebutuhan customer dan program menarik serta produk yang menjadi tujuan.

Terpisah, Rusdi, General Manager PT Jaya Indah Motor (JIM) juga mengatakan hal yang sama. Kenaikan penjualan mobil bukan hanya karena faktor harga TBS kelapa sawit semata.

Dampak kenaikan penjualan di kelas passengger tidak terlepas dari peran perpanjangan relaxasi PPnBM dari pemerintah.

"Saat ini harga komoditas sawit dan batu bara mulai membaik, sehingga penjualan di commercial class seperti pikap dan light truck mengalami kenaikan, dan dampak kenaikan penjualan di class passengger tidak terlepas dari perpanjangan relaksasi PPnBM DTP ditanggung pemerintah 100 persen sampai akhir tahun 2021," jelas Rusdi.

Rusdi menambahkan konsumen PT JIM bervariasi. "Tapi umumnya petani sawit dikarenakan harga komoditas sawit tinggi," pungkasnya.

Untuk diketahui, harga TBS kelapa sawit periode lalu atau hingga Kamis (4/11), mencapau Rp3.175,53 per kilogram untuk umur tanam 10-20 tahun.  Padahal selama ini harga sawit sekitar Rp1.300 per kg.

Sekretaris Desa Kehidupan Baru, Kabupaten Batanghari, Dedek Sucandra menyampaikan naiknya harga TBS turut mendongkrak pendapatan petani.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved