Breaking News:

Harga Sawit Naik

Petani di Batanghari Kaya Mendadak Setelah Harga Kelapa Sawit Mulai Bergairah

Harga sawit yang mulai bergairah, membuat petani sawit di Kabupaten Batanghari bakal kaya mendadak

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
istimewa
Perkembangan harga komoditas sawit terus mencatat harga tertinggi. Petani di KUD Karya Lestari mendadak menjadi kaya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Petani sawit terutama di Kabupaten Batanghari bisa jadi kaya mendadak.

Sebab, harga komoditas sawit terus menunjukkan tren yang positif.

Saat ini harga komoditas sawit di pabrik sudah menyentuh angka Rp 3.360 per kilogram dengan usia tanam 25 tahun, tanpa batas ke atas.

Harga itu berdasarkan hasil penetapan dari Dinas Perkebunan dalam minggu ini.

Rumah Dijual
Rumah Dijual (TRIBUNJAMBI)

Kondisi yang bergairah tersebut berdampak kepada kesejahteraan petani sawit. Mereka bersyukur karena adanya perkebunan kelapa sawit membuat masyarakat lebih sejahtera.

“Hati kita senang, karena selama ini belum pernah dalam tiga bulan terakhir naik berturut-turut, bahkan dulu pernah sampai Rp 2.000 namun tidak lama, terus naik lagi,” kata Supandi Sekretaris Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Lestari Desa Kehidupan Baru, kepada Tribunjambi.com, Minggu (7/11/2021).

Supandi mengatakan, kenaikan ini berdampak kepada usaha masyarakat pada bidang simpan pinjam yang sebelumnya sempat terkendala namun saat ini tidak lagi menjadi kendala.

“Walaupun dalam tiga bulan terakhir ini harga sawit mengalami kenaikan, Petani tidak begitu langsung berubah signifikan. Karena secara tidak langsung, kita mengobati luka-luka lama,” ujarnya.

Supandi tak menyangkal bila saat ini petani sawit yang tergabung dalam KUD Karya Lestari mendadak menjadi kaya.

Supandi menyatakan, tak hanya petani di Desa Kehidupan Baru saja semua desa yang ekstran dengan kenaikan harga ini bisa jadi kaya.

“Bukan di Desa Kehidupan Baru saja semua desa yang ekstran dengan adanya begini, ya mendadak kaya. Mana yang tadi tidak memiliki luka lama dengan adanya kenaikan 4 bulan berturut-turut mungkin 100 persen seolah-olah kaya mendadak atau sudah senang,” katanya.

Selama kenaikan ini petani belum ada menyampaikan keluhan hanya saja kata Supandi harga sawit naik harga pupuk juga mengalami kenaikan.

“Harga kebutuhan untuk kebun sawit pun naik juga. Misalnya harga sebelumnya dibawah angka Rp 300 ribu per sak, kalau saat ini sudah menyentuh Rp 480 ribu, harga ini bukan naik lagi namun ganti harga,” ucapnya.

Supandi menyatakan, petani sawit yang tergabung dalam KUD Karya Lestari sebanyak 350 kartu keluarga (KK) yang masing-masing KK memiliki dua hektare.

“Produksi sawit mereka berkisar 3 ton untuk luas kebun 2 hektare itu. Usia tanamannya hampir 25-30 tahun,” pungkasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Truk Sawit Tak Kuat Nanjak, Lima Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Mestong

Baca juga: Harga Sawit dan Karet Pengaruhi Ketahanan Pangan Warga Muarojambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved