Breaking News:

Naiknya Harga Sawit Berdampak Positif Pada Pasar Otomotif di Jambi

Harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini yang  tengah baik juga turut membawa dampak positif untuk pasar kendaraan roda empat. 

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
kontan
Ilustrasi pameran mobil. 

TRIBUNJAMBI.COM - Harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat ini yang  tengah baik juga turut membawa dampak positif untuk pasar kendaraan roda empat. 

Permintaan mobil dibeberapa diler di Kota Jambi meningkat semenjak harga TBS merangsek naik.

Ihsan Hafirudin, BM Agung Toyota Jambi Sipin dan Trio Desmadyaono, BM Agung Toyota Jambi Pal 10 mengatakan saat ini penjualan mobil memang naik dan harga sawit memang salah satu yang mempengaruhi naiknya penjualan.

"Tetapi tetap, di bantu dengan program relaxasi PPNBM yang di resmikan pemerintah," ujar Ihsan.

Saat ini mobil Toyota yang diminati oleh masyarakat Toyota Agya, Toyota Avanza dan Toyota Calya.

Trio menambahkan permintaan mobil tetap mengacu kepada kebutuhan customer dan program menarik serta produk yang menjadi tujuan customer.

"Bukan hanya sekedar harga sawit naik dan petani sawit saja, contoh bulan kemarin ada pembelian Alphard oleh owner klinik kecantikan dan itu bukan petani tetapi pengusaha kecantikan, dan penjualan naik memang berdasarkan program relaxasi PpNBM dan lain-lainnya," jelasnya.

Rusdi, General Manager PT Jaya Indah Motor (JIM) juga mengatakan hal yang sama. Harga TBS bukan satu-satunya faktor  yang mendorong meningkatnya penjualan mobil di Kota Jambi.

Baca juga: Warga Muarojambi Ramai-ramai Beli Mobil Baru Dampak Harga Sawit Tinggi

Dampak kenaikan penjualan di class passengger tidak terlepas dari peran perpanjangan Relaxasi PPN BM DTP dari pemerintah.

"Saat ini harga komoditas sawit dan batu bara mulai membaik, sehingga penjualan di commercial class seperti pick up dan light truck mengalami kenaikan, dan dampak kenaikan penjualan di class passengger tidak terlepas dari perpanjangan Relaxasi PPN BM DTP di tanggung pemerintah 100 %, sampai akhir tahun 2021," jelas Rusdi.

Rusdi menambahkan konsumen PT. JIM bervariatif. "Tapi umumnya petani sawit di karenakan harga komuditas sawit tinggi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved