Breaking News:

Kampanye Damai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Ajak Generasi Muda Selamatkan Hutan Sumatera

Ratusan orang berkumpul di bundaran air mancur kantor Gubernur Provinsi Jambi dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Darwin Sijabat
Seniman di Kabupaten Merangin mengisi weekend dengan menggelar demo lukis di depan depan taman Bujang Upik. 

TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan orang berkumpul di bundaran air mancur kantor Gubernur Provinsi Jambi dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021 (HCPSN) dengan tema Selamatkan Hutan Sumatera Demi Ketahanan Pangan dan Kesehatan.

Beberapa komunitas tergabung dalam kampanye damai ini di antaranya, Kawan Lingkungan (Komunitas Wartawan Peduli Lingkungan), EH Jambi, SLB Sri Soedewi, Biru Merdeka, Kampung Dongeng Seloko Jambi, WWF Indonesia dan Hutan Harapan serta relawan dari Universitas Muhammadiyah Jambi. 

Rangkaian kegiatan meliputi, lomba mewarnai, face painting, petisi selamatkan hutan sumatera, dan kampanye damai. 

Akbar Kurniawan, selaku Ketua Pelaksana kegiatan gabungan komunitas selamatkan Hutan Sumatera menyebutkan, generasi muda menjadi ujung tombak agar kesadaran terhadap dukungan upaya penyelamatan hutan

“Ini kegiatan perdana kita, mengajak masyarakat sipil, generasi muda untuk mendukung upaya penyelamatan hutan. Kita punya tanggung jawab untuk mewarisi hutan yang baik pada generasi berikutnya. Persoalan hutan ini bukan hanya soal mereka yang berada di sekitar Kawasan hutan, tapi persoalan kita semua. Masyarakat urban bertanggung jawab terhadap hutan yang rusak karena perilaku konsumtif, pemakaian energi berlebihan serta persoalan sampah yang memicu krisis iklim yang kita mulai rasakan saat ini. Penyadartahuan ini harus dilakukan sejak dini, dan terus menerus,” jelasnya.  

Konflik satwa baru-baru ini, mengindikasi bahwa kondisi hutan di Provinsi Jambi kritis. 

Tutupan hutan terakhir yang dianalisa KKI WARSI hutan Jambi tersisanya hanya seluas 900 ribu hektar, dan itu hanya seluas 17 persen dari luasan Provinsi Jambi.   

Tingginya alih fungsi hutan menjadi hutan industri, areal perkebunan, pertambangan, maraknya aktivitas PETI serta kebakaran hutan dan lahan berulang turun mempercepat laju kehilangan hutan

Ketidakseimbangan ekosistem mulai terjadi dengan ditandai beberapa satwa mulai berkeliaran di perkampungan. Beberapa satwa dilindungi, yang ada di Jambi seperti Harimau dan Gajah mulai mengganggu aktifitas warga. Kebun-kebun sawit yang diganggu Gajah, serta beberapa hewan ternak hilang yang diduga dimangsa harimau pun terjadi. 

Kesadaran pentingnya menyelamatkan hutan sebagai habitat flora dan fauna yang ada menjadi tanggung jawab bersama. 
Di pojok mendongeng, terdengar suara riuh dari anak-anak yang sedang mendengarkan cerita tentang harimau dan gajah yang terusik karena kehadiran manusia menebang pohon di hutan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved