Breaking News:

Harga Sawit Naik

Dampak Harga Sawit Naik, Petani di Batanghari Borong Kendaraan Hingga Membangun Rumah

Harga sawit naik membuat petani di Kabupaten Batanghari kaya mendadak. Mereka banyak membeli mobil ataupun rumah

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
istimewa
Petani sedang memasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke truk. Dampak Harga Sawit Naik, Petani di Batanghari Borong Kendaraan Hingga Membangun Rumah 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Melejitnya harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Batanghari yang mencapai Rp 3.036 per kilogram berdampak pada ekonomi masyarakat yang berubah signifikan.

Pemerintah Desa Kehidupan Baru Kecamatan Maro Sebo Ilir menyambut baik kondisi harga TBS yang sangat bergairah tersebut.

Sekretaris Desa Kehidupan Baru, Dedek Sucandra mengucapkan syukur karena adanya perkebunan kelapa sawit di desanya membuat masyarakat lebih sejahtera.

“Kami sebagai pemerintah desa sangat bersyukur, umumnya masyarakat bersyukur dengan harga jual TBS kelapa sawit makin tinggi harga jualnya,” katanya, Minggu (7/11/2021).

Rumah Dijual
Rumah Dijual (TRIBUN JAMBI)

Kenaikan harga ini berdampak terhadap ekonomi masyarakat yang berubah sangat signifikan.

Dedek Sucandra berujar artinya pendapatan masyarakat meningkat dan tentu bisa menurunkan angka kemiskinan. 

“Intinya berdampak baik, memang ini yang ditunggu-tunggu masyarakat,” katanya.

Dedek Sucandra  menyatakan di Desa Kehidupan Baru atau SP 5 hampir 99 persen dari jumlah masyarakatnya yakni sekitar 300 kartu keluarga adalah petani sawit.

Harga jual saat ini menunjukan tren positif, Dedek Sucandra menyebut petani sawit terancam menjadi orang kaya.

“Saya pantau berdasarkan sepengatahuan saya saat ini ada beberapa yang memborong kendaraan baru utamanya mobil, motor, membangun rumah dan investasi ke lahan kebun. Tapi lahan kebun ini tidak mudah karena masyarakat tahu harga sawit naik saat ini,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Dedek Sucandra, petani yang memiliki kebun seluas dua hektare dengan rata-rata produksi satu hektarenya 1.5 ton maka setiap bulan menghasilkan sekitar 3 ton sudah bisa berpenghasilan Rp 10.080.000 dengan harga jual di pabrik saat ini diangka Rp 3.036.

“Pemerintah desa belum ada menerima keluhan dari petani, bahkan setahu saya petani sawit banyak mengurusi bahan simpan pinjam di desa,” ujarnya.

“Saat ini kebun sawit petani sudah diusia tanam hampir 27 tahun memang harga jualnya tidak terlalu tinggi. Namun di desa tetangga, Desa Danau Embat itu sudah Rp 3.000-an itu kotor kayaknya,” pungkas Dedek Sucandra.

Baca juga: Petani di Batanghari Kaya Mendadak Setelah Harga Kelapa Sawit Mulai Bergairah

Baca juga: Harga Sawit dan Karet Pengaruhi Ketahanan Pangan Warga Muarojambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved