Butuh Uang, Pembantu di Pekanbaru Live Tanpa Busana di Sosmed, Sekali Nonton Rp 100 Ribu

Personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menangkap seorang sisten rumah tangga (ART) berinisial R, yang melakukan aksi pornografi.

Ilustrasi-live tanpa busana di media sosial. 

TRIBUNJAMBI.COM, PEKANBARU – Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R ditangkap Personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, karena diduga melakukan aksi pornografi.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi, mengatakan R melakukan aksi pornografi dengan tampil tanpa busana saat live di aplikasi media sosial.

Dari aksinya tersebut, R mengaku mampu meraup keuntungan materi hingga hampir Rp 4 juta dalam sebulan.

Untuk bisa menyaksikan aksi live tersebut, penonton harus membeli kupon di aplikasi. Tarif untuk sekali menonton sebesar Rp100 ribu.

"Untuk melihat pelaku telanjang bulat, penontonnya terlebih dahulu membeli kupon di aplikasi itu. Satu kali nonton Rp100.000," ujar mantan Kapolres Parepare, Jumat (5/11/2021).

Dia menambahkan, pelaku diamankan di rumah majikannya di Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Dari hasil penyelidikan, pelaku menjalankan aksinya sejak awal Oktober 2021.

Seperti dilaporkan jurnalis KOMPAS TV Pekanbaru Citra Indriani, tujuan pelaku live bugil di dunia maya untuk mendapatkan uang.

Baca juga: Lagi Hamil 9 Bulan, Perempuan Muda Ketangkap Basah Lagi Threesome, Ternyata Dijual Suami

Pelaku awalnya menghubungi seorang pria berinisial TH dan memintanya membuatkan akun aplikasi tersebut.

Pria Budi menambahkan, saat live pelaku mengenakan pakaian bertuliskan polisi, baju perawat, dan pakaian lain.

"Pelaku saat live ada yang menggunakan baju bertulisan polisi, baju perawat dan lainnya untuk menarik perhatian penonton. Setelah itu, pelaku telanjang bulat," ujar Budi, seperti dilansir Kompas.com.

Saat ini polisi telah menetapkan R sebagai tersangka pada kasus itu.

Selain mengamankan R, polisi juga masih memburu seorang pelaku lain berinisal TH, yang diduga kuat meupakan muncikari dan pembuat akun aplikasi.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tujuh set pakaian seksi wanita, alat bantu seks berupa dildo, tripod, serta satu unit ponsel.

Pelaku terancam dikenai Pasal 35 Jo Pasal 10 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 45 ayat (1) Undang-unfang Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman pidana penjara 10 tahun dan denda sebesar maksimal Rp 5 miliar.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved