Breaking News:

Berawal dari Obrolan Ringan Peduli Alam, Hingga Terbentuk Komunitas Mancing Sari Fishing di Tebo

Komunitas Mancing Sari Fishing di Tebo dikatakan karno selaku penasehat, sejarah berdirinya komunitas itu sekitar 2018.

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/sopianto
Prihatin Jalan di Rimbo Ilir Tebo Rusak, Komunitas Mancing Perbaiki Jalan Rusak 

Tidak hanya mancing, Komunitas juga ada arisan setiap bulan.

"Setiap bulan ada kegiatan itu sampai sekarang masih jalan" kata Karno

Selain arisan setiap bulan Komunitas juga punya UMKM, Komunitas punya kolam terpal yang berisi ikan lele, kemarin sudah menghasilkan dan dapat keuntungan Rp 300 ribu.

Karno menjelaskan, teman-teman Komunitas punya uang kas sendiri dan memanfaatkan uang kas tersebut salah satunya untuk pembenihan bibit sawit unggul.

"Nanti kita siapkan bibit sawit dengan modal sedikit, disetujui teman-teman dengan tujuan mengedukasi dan membantu petani dengan memanfaatkan lahan yang sempit agat produktivitas semakin meningkat," kata Karno.

Menurutnya, selama ini banyak oknum yang menjual bibit-bibit Ilegal.

"Kita coba mengedukasi masyarakat, karena lahan sekarang semakin sempit, kalau tidak didukung dengan bibit bagus dan berkualitas tanpa perawatan, yang rugi petani " ujar Karno.

Ia menjelaskan, untuk Ketua Komunitas di Ketua oleh Widhi Firmansyah dengan jumlah anggota sekitar 30 orang.

Baca juga: Warga Sungai Gelam Muarojambi Heboh, Buaya Muncul Sempat Kejar Warga Saat Memancing

"Jadi gini, untuk anggota kita tidak memaksa untuk gabung, anggota yang datang dari hati otomatis loyalitas dan totalitasnya ada," jelas Karno

Kedepannya sudah banyak yang mau gabung, disampaikan Karno, tetap selektif memilih anggota, "benar-benar atau tidak," kata Karno.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved