Breaking News:

Menteri Pertanian: Jadi Petani Milenial Tidak Ada yang Manja

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Balai Pelatihan (BAPELTAN) Jambi, KM 16 Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/samsul bahri
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Balai Pelatihan (BAPELTAN) Jambi, KM 16 Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Jumat (5/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Balai Pelatihan (BAPELTAN) Jambi, KM 16 Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Jumat (5/11).

Adapun kunjungan ini sekaligus pelaksanaan peresmian gedung agri culture operation room yang langsung dilakukan oleh Syahrul Yasin didampingi oleh Gubernur Jambi, Al Haris.

Selain itu, dalam pelaksanaan ini turut dilakukan kegiatan Mentan Sapa Penyuluh dan Petani (MSPP) ke seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini turut dilakukan sapa bincang antara Syahrul Yasin dengan sejumlah penyuluh dan petani yang ada di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Syahrul Yasin mengapresiasi dan bangga terhadap petani-petani di Indonesia termasuk juga dengan petani milenial. Ia berharap petani milenial semakin terbuka dengan peluang yang ada untuk meningkatkan perekonomian melalui bertani.

"Petani milenial tidak seperti dulu yang tidak berdaya, seperti dulu yang miskin. Intinya jadi petani milenial tidak ada yang manja. Selain itu harus memiliki konsep," terangnya.

Baca juga: Kunjungi Jambi, Menteri Pertanian Yasin Limpo Resmikan Gedung AOR Bapeltan Jambi

Baca juga: Orang Kepercayaan Eks Gubernur Jambi Zumi Zola Ditahan KPK, Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap

Ia menyebut bahwa petani milenial sudah menjadi suaru tren. Bukan lagi hanya sebatas simbol, karena menurutnya menjadi petani itu sebetulnya memiliki penghasilan jutaan bahkan hingga miliaran.

"Apalagi saat ini, milenial harus memiliki pemikiran yang luas. Jadi petani sekarang ini kakimu tidak perlu becek kena lumpur, tanganmu tidak perlu kena tanah. Harus punya konsep dan program," ungkapnya.

Kata Syahrul Yasin, Petani milenial harus memiliki konsep dan program yang jelas serta perhitungan. Konsep kelimuan yang ada diharapkan mampu membuat petani milenial yang tidak hanya berfikir hanya betani, namun memikirkan keuntungan. 

"Ada program yang jelas, berapa lama ini nanam, tanam yang jelas untungnya. Jangan yang tidak jelas untungnya. Petani melineal tidak hanya petani milenial tapi petani yang bersertifkat. Bawa teman-teman bertani," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved