Lawan Covid 19

Mengapa Kebijakan Syarat Perjalanan Berubah-ubah? Ini Penjelasan Kemenhub

Syarat perjalanan di masa pandemi ini berubah-ubah, baik untuk perjalanan lewat udara, darat, maupun laut

Istimewa
Ilustrasi. Warga sedang tes PCR di Labkesda Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Syarat perjalanan di masa pandemi ini berubah-ubah, baik untuk perjalanan lewat udara, darat, maupun laut.

Misalnya untuk penumpang pesawat ke Jawa dan Bali, dulu diwajibkan harus sudah punya hasil tes swab PCR negatif.

Saat ini penumpang pesawat cukup mengantongi hasil swab antigen.

Mengapa bisa demikian? Juru bicara Kemenhub (Kementerian Perhubungan), Adita Irawati memberi penjelasan.

Dia menyebut perubahan dalam atura perjalanan bukan tanpa alasan, dan sudah ada kajiannya.

Penyesuaian aturan merujuk dinamika pandemi Covid-19 yang terjadi di dalam negeri.

Evaluasi dilakukan Kementerian dan Lembaga terkait setiap minggu.

Hasil evaluasi itu, menjadi dasar Kemenhub untuk membuat kebijakan yang relevan.

Pada dasarnya, kata Adita, penyesuaian aturan ini untuk menahan atau mengendalikan rantai penyebaran Covid-19.

"Pemerintah berupaya melakukan penyesuaian dilihat dari situasi pandemi dengan berbagai parameter dan evaluasi," ungkap Adita dalam acara Diskusi Produktif, Rabu (3/11/2021).

Sektor transportasi juga harus melakukan penyesuaian serta selalu duduk bersama dan diskusi dengan Kementerian Lembaga terkait.

"Termasuk dengan Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, hingga Kemendagri," ujar dia.

Sejumlah kebijakan baru terkait tes PCR atau Antigen kembali dikeluarkan pemerintah dalam seminggu ke belakang.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah memperbolehkan penggunaan tes swab antigen sebagai syarat naik pesawat terbang di Jawa dan Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved