Breaking News:

Batik Ardiah Jambi Sukses Menjadi Mitra Binaan PTPN VI

Setelah bergabung di Mitra Binaan PTPN VI Jambi, hingga mendapatkan pinjaman modal dengan bunga yang rendah, Batik Ardiah mengalami perubahan positif

Editor: Rahimin
Istimewa
Batik Ardiah mulai dikenal sejak gabung menjadi mitra binaan PTPN VI Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kesulitan modal, Pemilik Batik Ardiah Jambi merasa terbantu atas Bantuan PTPN VI Jambi.

Usahanya terus berkembang pesat hingga penjualannya go nasional. Betapa tidak, sejak berdiri 1994, usaha Batik Ardiah terus mengalami pasang surut. Penyebab utamanya kurang modal, hingga tenaga pekerja pengrajin batik. 

Setelah bergabung di mitra binaan PTPN VI Jambi, hingga mendapatkan pinjaman modal dengan bunga yang rendah, Batik Ardiah mengalami perubahan positif, terus berkembang di pasaran, Bahkan penjualannya sudah go Nasional.  Setiap daerah di Pulau Sumatera tidak sedikit yang membeli batik buatan Wanita Asal Jawa ini. 

Nurnaningsih, pemilik usaha Batik Ardiah Jambi, yang berada di Jalan Kenanga III, RT 05 Simpang Empat Sipin Kota Jambi, menyampaikan  sejak menginjakkan kakinya di Tanah Pilih Pusako Betuah, tahun 80-an, dan mulai merintis usahanya sejak 1994, yidak sedikit rintangan dan jatuh bangun yang Ia rasakan. 

Yang paling mendasar, kala itu usaha batiknya merasa kesulitan modal, hingga karyawan. "Awalnya itu susah mas, memanglan memulai dari nol. Kurang modal, kurang karyawan. Karyawannya cuma dua saat itu. Jadi apa-apa susah, mau beli bahan pun susah. Belum lagi belinya di Jawa, harus butuh modal lagi," ujarnya. 

Beruntungnya, sejak dia gabung menjadi mitra binaan PTPN VI Jambi, semua persoalannya dapat teratasi dengan cepat. Meskipun awalnya cuma dapat pinjaman Rp 9 juta, setidaknya bantuan pinjaman itu cukup buat beli bahan dan gaji karyawan. 

Tahun demi tahun, usahanya mulai berkembang. Karyawannya bertambah, dari 2 orang kini sudah 10 orang. Omzetnya sudah mencapai 60 juta perbulan. 

"Merasa terbantu dengan gabung di mitra binaan PTPN VI ini. Karena modal dikasih, apa-apa jadi lebih mudah. Tahap pertama itu 9 juta, kedua 15 juta dan terakhir 35 juta," jelasnya. 

Bukan cuma diberikan bantuan modal saja, asyiknya jadi mitra binaan PTPN VI juga dibantu dalam hal pemasaran. Di mana, setiap ada agenda atau kebutuhan batik di perusahaan BUMN itu, selalu diarahkan untuk ambil batik di tempat usahanya. 

"Dibantu pemasaran juga, banyak batik di sini dibeli oleh karyawan dan mitra kerja PTPN. Angsurannya juga enak, bunganya di bawah kur. Baiknya, itu kita bisa minta tenggang waktu, asalkan tidak lewat dari tanggal dalam bulan pembayaran," ungkap ibu empat anak itu. 

Untuk itu, Nurnaningsih mengajak agar pelaku usaha di Jambi yang butuh modal usaha, dianjurkan gabung sebagai mitra binaan. Karena, proses bantuan pinjaman modal dari Perusahaan Perkebunan Nusantara VI sangat gampang dan mudah. 

"Ya, ntuk pelaku usaha yang lain, gabung lah di mitra binaan PTPN VI. Karena selain dikasih bantuan modal, juga di bantu untuk pemasaran," imbuhnya. 

Ia berharap kepada PTPN VI agar bisa memberinya bantuan modal lagi, mengingat masa pandemi saat ini membuat omzetnya merosot jauh. Bahkan, lebih dari 50 persen terjadi penurunan. "Harapan saya, semoga PTPN bisa kasih bantuan pinjaman lagi," pungkasnya.

Baca juga: PTPN VI Aplikasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001:2016)

Baca juga: PTPN VI Buat Aplikasi Roda UMK, Permudah Masyarakat Mengajukan Pinjaman Dana

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved