Longsor di Merangin

Terjadi Longsor di Tiga Desa di Jangkat Timur Merangin, Akses Jalan Terputus

Berita Merangin-Hujan deras mengakibatkan longsor di beberapa titik, menimbun sawah dan badan jalan di Kecamatan Jangkat Timur

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/darwin sijabat
Hujan deras mengakibatkan longsor di beberapa titik, menimbun sawah dan badan jalan di Kecamatan Jangkat Timur, Oktober 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Hujan deras mengakibatkan longsor di beberapa titik, menimbun sawah dan badan jalan di Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Selasa (2/11/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Merangin melalui Anggi selaku Kasubbid Kesiapsiagaan mengatakan longsor terjadi di tiga desa.

"Benar, akibat hujan deras terjadi beberapa titik longsor di tiga desa, yakni Desa Talang Tembago, Desa Simpang Talang Tembago, Desa Baru," katanya melalui pesan whatsapps, Selasa (2/11/2021) sore.

Disebutkannya, di Desa Talang Tembago terjadi dua titik longsor dengan ketinggian sekitar 10 meter dan panjang sekitar 30 meter di Jalan Siku.

Kemudian ketinggian longsor sekitar 10 meter dengan panjang 10 meter di lokasi pendakian simpang empat.

"Material longsor menimbun badan jalan membuat akses jalan terputus," ujarnya.

Selanjutnya longsor tebing PLTA dengan ketinggian sekirar 20 meter dan lebar sekitar 4 meter mengakibatkan tertimbunnya rumah turbin, kerusakan pintu, terganggunya aliran listrik desa.

"Di Desa Talang Tembago terjadi banjir melanda sawah sekitar 4 hektare, mengakibatkan kerusakan padi dan kebun kulit manis 1/4 hektare," ungkapnya.

Untuk kebutuhan mendesak yakni penanganan longsor di badan jalan dengan menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Sedangkan di Desa Simpang Talang Tembago terjadi longsor PLTA dengan ketinggian sekirar 30 meter dan lebar sekitar 8 meter.

"Material longsor di Desa Simpang Talang Tembago mengakibatkan robohnya tiang kabel membuat instalasi listrik terputus," katanya.

Di desa itu juga terjadi longsor kebun kulit manis yang mengakibatkan rusaknya kebun masyarakat sekitar 1/4 ha. Sedangkan banjir mengakibatkan rusaknya sawah masyarakat sekitar 3 ha dengan diperkirakan mencapai Rp 60 juta.

Untuk Desa Baru juga terjadi longsor PLTA dengan ketinggian longsor mecapai 25 meter dengan lebar sekitar 15 meter.

Material longsor mengakibatkan instalasi pipa air sepanjang 25 meter terputus. Selain itu juga mengakibatkan rusaknya kebun kulit masyarakat seluas 1/4 ha.

BBPD Merangin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap longsor dan banjir susulan. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Hujan Deras, Sekolah dan Rumah Kades di Desa Sungai Birun Merangin Terendam

Baca juga: Harga Minyak dan Gas di Batang Asai Naik Gegara Longsor, Bensin Capai Rp 12 Ribu Per Liter

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved