Breaking News:

Banjir di Kerinci

Senin Malam Ratusan Rumah di Depati Tujuh Kerinci Terendam Banjir, Warga Keluhkan Pemda

Air Sungai Batang Merao kembali meluap akibat hujan yang mengguyur Kabupaten Kerinci. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir

Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
tribunjambi/herupitra
Ratusan rumah warga di Kecamatan Depati Tujuh terendam banjir. Senin Malam Ratusan Rumah di Depati Tujuh Kerinci Terendam Banjir, Warga Keluhkan Pemda 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Senin (1/11/2021) malam sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci terendam banjir.

Banjir terjadi karena meluapnya air Sungai Batang Merao akibat hujan deras yang menguyur Kerinci sejak, Senin siang.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Depati Tujuh, ada ratusan rumah terendam banjir sejak Pukul 18.30 WIB hingga malam ini masih terendam banjir

Danur warga Depati Tujuh mengatakan, banjir ini disebabkan meluapnya air Sungai Batang Merao, karena air dari hulu sungai cukup besar.

Rumah Dijual
Rumah Dijual (TRIBUNJAMBI)

"Tingginya debit air membuat Sungai batang Merao meluap," ujarnya. 

Akibat meluap air Sungai Batang Merao, membuat ratusan rumah di Kubang dan Lubuk Sulit terendam banjir

"Bulan kemarin sudah 4 kali banjir, malam ini kembali lagi banjir, sampai saat ini tidak ada sama sekali perhatian dari pemerintah daerah. Padahal banjir ini sudah bertahun-tahun terjadi, namun sampai saat ini tidak ada solusi dari Pemkab dan anggota dewan dari Dapil 3," keluhnya.

Senada juga disampaikan Dedi warga setempat, banjir membuat mereka tidak bisa istirahat.

Mereka disibukkan menimba air dan memindahkan barang-barang yang terkena banjir

"Sebagian ada yang terpaksa mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terkena banjir," ucapnya.

Baca juga: Hujan Deras, Air Limpahan dari Sungai Ketalo Sebabkan Desa Kunangan Tebo Banjir

Baca juga: Air Sungai Batang Merao Meluap, Ratusan Rumah di Kerinci Terendam Banjir

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved