Berita Ekonomi Jambi

Kota Jambi Mengalami Inflasi Sebesar 0,65 Persen di Oktober 2021

Berita Jambi-Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, selama bulan Oktober 2021 Kota Jambi mengalami Inflasi sebesar..

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Toto Abdul Fatah, Koordinator fungsi statistik distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, selama bulan Oktober 2021 Kota Jambi mengalami Inflasi sebesar 0,65 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,57.

Toto Abdul Fatah, Koordinator fungsi statistik distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menyampaikan (1/11/21), Inflasi Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya pada lima kelompok pengeluaran.

Lima kelompok pengeluaran tersebut yaitu: kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,83 persen; kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,29 persen; kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,55 persen; kelompok Transportasi sebesar 0,20 persen; dan kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,03 persen.

Sedangkan inflasi Kota Muara Bungo terjadi pada satu kelompok pengeluaran karena adanya penurunan indeks harga, yaitu: kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,72 persen.

Uraian inflasi Kota Jambi menurut kelompok pengeluaran :

• Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau pada Oktober 2021 mengalami inflasi sebesar 1,83 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,80 pada September 2021 menjadi 108,75 pada Oktober 2021.

Dari tiga subkelompok pada kelompok pengeluaran ini, seluruhnya mengalami inflasi, yaitu: subkelompok makanan sebesar 2,16 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,28 persen; serta subkelompok rokok dan tembakau sebesar 0,57 persen dan kelompok ini pada Oktober 2021 memberikan andil inflasi sebesar 0,5504 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: cabai merah sebesar 0,4121 persen; minyak goreng sebesar 0,1057 persen; daging ayam ras sebesar 0,0471 persen; ikan nila sebesar 0,0452 persen; rokok putih sebesar 0,0197 persen; bayam sebesar 0,0110 persen; dan udang basah sebesar 0,0109 persen," jelasnya.

• Kelompok pengeluaran Pakaian dan Alas Kaki pada Oktober 2021 tidak mengalami perubahan, artinya komoditas barang dan jasa pada kelompok pengeluaran ini tidak mengalami perubahan harga dibanding bulan sebelumnya, sehingga indeks harga konsumennya tetap di angka 104,65.

• Kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga pada Oktober 2021 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,45 pada September 2021 menjadi 105,76 pada Oktober 2021.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: batu bata/batu tela sebesar 0,0187 persen

• Kelompok pengeluaran Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 107,92 pada September 2021 menjadi 108,51 pada Oktober 2021.

Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu sabun cair atau sabun cuci piring sebesar 0,0091 persen; piring sebesar 0,0076 persen; lemari pakaian sebesar 0,0068 persen; dan sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,0054 persen.

• Kesehatan
Kelompok pengeluaran Kesehatan pada Oktober 2021 tidak mengalami perubahan indeks harga. Artinya, komoditas barang dan jasa pada kelompok pengeluaran ini tidak mengalami perubahan harga dibanding bulan sebelumnya, sehingga indeks harga konsumennya tetap di angka 112,35.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved