Breaking News:

Polres Merangin Selidiki Penyebab Puluhan Santri di Merangin Muntah-muntah, Diduga Keracunan

Sebanyak 64 santri di Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (27/10/2021).

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
DARWIN SIJABAT/TRIBUNJAMBI
Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Santri di Merangin Dilarikan ke rumah Sakit, Oktober 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Kepolisian Resor Merangin masih menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menyebabkan puluhan santri muntah-muntah.

Sebanyak 64 santri di Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (27/10/2021).

Atas kejadian itu, Polres Merangin melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan makanan tersebut apakah ada unsur lain atau tidak.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy P menyebutkan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas perkembangan kejadian tersebut. 

Terkait hasilnya, pihaknya meminta untuk menunggu terkait hasil penyelidikan dan akan disampaikan selanjutnya. 

"Kami sudah lakukan penyelidikan perkembangan dan hasilnya nanti akan kami sampaikan," kata Kapolres, Jumat (29/10/2021).

Untuk melengkapi hasil penyelidikan dan mengetahui kandungan makanan yang diduga menjadi penyebab muntah-muntah itu telah dikirim ke BPOM Jambi.

"Saat ini sample makanan sudah dilakukan pemeriksaan ke Balai POM Jambi," tandas Kapolres.

Baca juga: BREAKING NEWS Puluhan Santri Keracunan Makanan, Sephelio: Alhamdulillah Mereka Sudah Membaik

Baca juga: Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Santri di Merangin Dilarikan ke Rumah Sakit

Diberitakan sebelumnya, Puluhan santri di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin mengalami muntah muntah. Hal itu diduga akibat keracunan makanan yang disantap para santri saat kegiatan.

Namun untuk perkembangannya, dr Sephelio selaku Direktur RSUD Kolonel Abunjani Bangko menyebutkan bahwa kondisi para santri sudah mengalami peningkatan. 

Sementara terkait isu muntah muntahnya santri dampak dari vaksinasi itu disebut dr Sephelio tidak memiliki korelasi. Sebab 30 anak yang mengalami kejadian itu tidak divaksin. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved