Ingat Kasus Sate Sianida di Bantul? Perilaku Nani Sebenarnya Diungkap Orangtua di Persidangan

Orangtua Nani Apriliani bercerita anaknya yang menjadi terdakwa kasus sate sianida di Bantul adalah sosok yang baik dan berbakti.

ist
Tersangka kasus sate sianida, Nani Apriliani memperagakan adegan mencampur bumbu sate dengan racun saat rekonstruksi di Mapolres Bantul, Senin (7/6/2021) . (TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari) 

TRIBUNJAMBI.COM, YOGYAKARTA - Orangtua Nani Apriliani datang ke pengadilan dan bercerita bagaimana perilaku anaknya yang menjadi terdakwa kasus sate sianida.

Nani jadi terdakwa atas kasus sate sianida di Bantul yang menewaskan anak seorang drivel ojek online.

Maman Sarman dan istrinya, orangtua Nani Apriliani, dihadirkan penasihat hukum terdakwa sebagai saksi dalam persidangan kasus sate sianida di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (28/10/2021).

Maman menyebut anaknya adalah sosok yang baik dan berbakti.

“Saya minta anak saya diringankan hukumannya,” ujar Maman dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Aminuddin.

Menurut Maman, terlepas dari kasus yang menimpa Nani Apriliani, anaknya yang perhatian terhadap keluarganya.

Nani merantau dari Majalengka dan bekerja di sebuah salon di Yogyakarta.

Sejak merantau, Nani hanya setahun sekali pulang ke Majalengka. Meski demikian, Maman mengaku komunikasi dengan anaknya berjalan baik melalui telepon.

Baca juga: Isi Surat untuk Pelaku dari Ayah yang Anaknya Tewas Setelah Makan Sate Sianida

“Setiap bulan mengirim uang untuk bantu keluarga, adiknya masih sekolah, satu SMK dan satu di SD,” kata Maman.

Menurut Maman, Nani tidak pernah bermasalah dengan hukum selama di Majalengka. Demikian pula saat masih bersekolah. Bagi Maman, Nani bukan orang yang mudah marah dan cenderung diam.

“Tidak pernah cerita kalau punya hubungan dengan seseorang, baru tau menjalin hubungan ketika tahu kasus ini,” ujarnya,

Maman tidak menampik akhirnya Nani bercerita perihal kasus ini lewat sambungan telepon. Ketika itu, Nani sudah ditahan dan Maman mendapat kesempatan untuk berbincang dengan anaknya.

Maman mendengar cerita Nani yang sakit hati karena janji untuk menikahi tidak ditepati. Nani juga ingin meracun Tomi, tetapi salah sasaran dan justru mengenai anak ojek online.

“Sebenarnya dia cuma ingin memberi pelajaran ke Tomi karena sakit hati, niatnya bikin Tomi diare,” ujar Maman.

Baca juga: Sosok Pelanggan Nani yang Sarankan Kirim Sate Sianida ke Tomy Ternyata Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Nani Apriliani (25) menjadi terdakwa kasus sate sianida Bantul. Semula Nani ingin memberikan sate itu kepada Tomi, laki-laki yang membuatnya sakit hati karena tidak jadi dinikahi. Namun, istri Tomi menolak sate yang dibawa ojol dan menyuruh ojol untuk membawa kembali kiriman tersebut.

Sate itu pun dimakan ojol dengan anak dan istrinya yang mengakibatkan sang anak meninggal dunia karena keracunan.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved