Kasus Suap Ketok Palu

Resmi Jadi Terdakwa Kasus Suap RAPBD Jambi, Paut Mengaku Siapkan Rp 2,2 Miliar untuk Komisi III

Berita Jambi-Sidang kasus suap uang ketok palu RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018 dengan tersangka Paut Syakarin berlangsung di Pengadilan Tipikor

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
ARYO TONDANG/TRIBUNJAMBI.COM
Resmi Jadi Terdakwa Kasus Suap RAPBD Jambi, Paut Mengaku Siapkan Uang Rp 2,2 Miliar untuk Komisi III 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang kasus suap uang ketok palu RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018 dengan tersangka Paut Syakarin berlangsung di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (27/10/2021).

Dalam pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK tersebut, Paut resmi menyandang setatus terdakwa, melalui sidang yang dilaksanakan secara online, dan dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Syafrizal.

Dalam dakwaan Penuntut umum menyebutkan bahwa terdakwa pada bulan Oktober tahun 2016 melakukan pertemuan dengan komisi III.

Dalam dakwaan penuntut umum terungkap pertemuan membahas permintaan uang tambahan ketok palu pada Oktober 2016.

Terdakwa Paut Syakarin pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat lagi, dalam rentan waktu antara November 2016 sampai dengan Maret Tahun 2017 atau setidak-tidaknya dalam waktu-waktu tertentu di Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2017, telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.

"memberi atau menjanjikan sesuatu yakni memberi uang yang seluruhnya berjumlah Rp2.275.000.000.00 untuk jatah tambahan uang suap komisi III." Kata Siswhandono JPU KPK, Rabu (27/10/2021).

Paut sendiri memberikan uang tersebut dengan dua tahap, pada tahap pertama pemberian pada anggota komisi III saat berada di salah satu hotel di Bogor.

Untuk pemberian kedua uang tersebut diambil oleh Zainal Abidin di kediaman pribadi Paut Syakarin pada bulan Januari 2017.

"Uang yang telah diambil oleh sebanyak 13 kantong plastik sedang, setelah uang itu sampai di tangan Zainal Abidin, kemudian Zainal Abidin menelpon rekan rekan komisi III untuk ambil uang tersebut di rumah Zainal Abidin," ujarnya.

Rapat di ruang Komisi III DPRD Provinsi Jambi itu, Zainal Abidin selaku Ketua Komisi III, bersama dengan Effendi Hatta, Fahrurroza, Arrahmat Eka Putra, Zainil Arfan, Elhelwi, bertemu dengan Dody Irawan selakilu Kepala Dinas PUPR.

"Dalam pertemuan tersebut Zainal Abidin, menyampaikan bahwa anggota Komisi III sepakat meminta tambahan uang ketok palu sejumlah Rp175 juta per anggota yang berjumlah 13 orang." Kata Hidayat, Penuntutan umum KPK.

Atas permintaan tersebut, Dody Irawan menyetujui uang tersebut akan diminta dari Terdakwa (Paut Syakarin) dan akan melaporkan permintaan Komisi III tersebut kepada Gubernur.

Dalam dakwaannya penutup umum mendakwahkan paut Syakarin dengan pasal Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sementara itu, Kuasa hukum Paut Syakarin Zul Hamzah mengatakan pihaknya tidak haknya untuk mengajukan eksepsi terhadap Dakwaan penuntut umum.

"Kita langsung saja ke pemeriksaan saksi," katanya.

Ia mengungkapkan, kondisi kliennya saat ini dalam kondisi baik baik saja. "Kondisi pak Paut sehat, saat ini masih berada di dalam rutan KPK," ujarnya.

Penasehat hukum Paut sendiri tidak meminta Klein dihadirkan dalam persidangan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

"Untuk sekarang belum, karena situasi sidang masih online." katanya. (*)

Baca juga: Sidang Kasus Suap Ketok Palu, Paut Syakarin Resmi Sandang Status Terdakwa

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved