Breaking News:

Tips Kesehatan

Cara Mengobati Nyeri Otot dan Ketahui Penyebabnya

Nyeri otot umumnya memengaruhi sebagian kecil otot pada area tertentu. Tapi, kondisi ini juga dapat memengaruhi lebih dari satu otot dalam satu waktu.

Editor: Nurlailis
Thinkstockphotos
Penyebab nyeri otot 

Obat dan terapi tertentu dapat menyebabkan nyeri otot sementara ataupun kronis (berkepanjangan).

Berikut beberapa obat yang menyebabkan nyeri otot:

  • Pengobatan kanker, termasuk kemoterapi dan terapi radiasi
  • Obat antihipertensi, seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau penghambat enzim pengubah angiotensin
  • Statin atau obat penurun kolesterol

Penyakit lain

Selain itu, terdapat kondisi lain yang juga menyebabkan nyeri otot, di antaranya:

  • Kanker, seperti sarkoma jaringan lunak dan leukemia
  • Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS)
  • Sindrom kompartemen, terjadi karena penumpukan tekanan di dalam kompartemen otot
  • Gangguan elektrolit, yaitu ketidakseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh
  • Gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme
  • Peripheral arterial disease (PAD) atau penyakit arteri perifer, terjadi karena aliran darah ke tungkai tersumbat sehingga menyebabkan otot tungkai terasa sakit
  • Rheumatoid arthritis, peradangan pada persendian juga dapat menyebabkan peradangan dan nyeri pada otot

Faktor risiko

Dilansir dari Healthline, berikut beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadi nyeri otot, seperti:

  • Melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang berisiko menyebabkan cedera
  • Penggunaan sistem muskuloskeletal (otot, jaringan ikat, saraf, serta tulang dan sendi) secara berlebihan saat beraktivitas sehari-hari
  • Tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelah olahraga

Diagnosis

Dirangkum dari Cleveland Clinic dan Verywell Health, nyeri otot merupakan gejala sehingga diagnosis diperlukan untuk mengetahui kondisi yang memicu nyeri otot.

Berikut beberapa metode yang dapat membantu mengetahui penyebab nyeri otot:

  • Riwayat medis
  • Dokter akan membaca riwayat medis untuk mengetahui kondisi penderita, serta mengetahui riwayat penyakit dan obat-obatan yang dikonsumsi
  • Pemeriksaan fisik
  • Dokter akan mengevaluasi area nyeri, melakukan pemeriksaan tonus otot, serta melihat gaya (cara) berjalan dan postur tubuh penderita
  • Tes darah
  • Untuk memeriksa kadar enzim, hormon, dan elektrolit, serta untuk mengetahui apakah terjadi infeksi
    MRI atau CT scan
  • Untuk mencari cedera atau kerusakan otot, dan mengetahui penyebab nyeri otot
  • Elektromiografi (EMG)
  • Untuk mengevaluasi fungsi saraf dan otot dengan mengukur aktivitas listrik pada saraf dan otot untuk mengetahui kelainan otot dan saraf
  • Myelogram
  • Untuk menemukan masalah pada tulang belakang
  • Biopsi otot
  • Untuk mencari perubahan jaringan otot yang dapat menandakan penyakit neuromuskular, yaitu ketidakmampuan sistem saraf dan otot untuk bekerja sebagaimana mestinya
  • Scan tulang atau bone scan
  • Dapat membantu dokter dalam mendeteksi dan mendiagnosis kelainan pada tulang, serta untuk mengetahui apakah terjadi patah tulang

Mengutip Verywell Health, berikut penanganan untuk nyeri otot:

  • Istirahatkan otot yang cedera dari aktivitas berat untuk meredakan peradangan dan mengurangi nyeri
  • Kompres dengan es yang dilapisi handuk atau kain pada bagian yang terkilir selama 15-20 menit, setiap tiga jam selama tiga hari
  • Lilitkan perban elastis pada bagian otot yang sakit sebagai penyangga
  • Posisikan otot yang nyeri lebih tinggi dari dada atau jantung, terutama saat berbaring atau duduk
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti paracetamol, ibuprofen, atau naproxen, untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan
  • Obat relaksan atau pelemas otot, seperti eperisone, untuk meredakan nyeri, kekakuan, dan tegang pada otot
  • Suntikan kortikosteroid, dapat meredakan inflamasi, seperti pada penyakit miopati inflamasi
  • Antibiotik, untuk mengobati nyeri otot akibat infeksi bakteri
  • Antivirus, untuk mengobati nyeri otot akibat infeksi virus
  • Antijamur, untuk mengobati nyeri otot akibat infeksi jamur
  • Antiparasit, untuk mengobati nyeri otot akibat infeksi parasit
  • Fisioterapi, untuk memperkuat otot dan mengembalikan rentang gerak, meningkatkan stabilitas atau keseimbangan tubuh, serta mencegah kekakuan otot
Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved