Breaking News:

Telan Anggaran Ratusan Juta, Pembangunan Jalan Rabat Beton di Sungai Duren Diprotes Warga

Pembangunan jalan rabat beton di Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi diprotes oleh warga.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hasbi
Pembangunan jalan rabat beton di Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Pembangunan jalan rabat beton di Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi diprotes oleh warga.

Saat diketahui, warga memprotes pengerjaan jalan milik Kabupaten menggunakan APBD sebesar Rp 418 juta itu tanpa menggunakan besi dan tidak menggunakan gorong-gorong.

Warga mengeluhkan, jalan yang akan dibangun itu sangat rawan terjadinya rendaman banjir dari luapan Sungai Batanghari.

Seperti yang diungkapkan oleh warga RT 05 Desa Sungai Duren Al-Husyani mengeluhkan perbaikan jalan yang tidak mengunakan gorong-gorong itu akan dikhawatirkan rumah warga akan terendam banjir.

"Karena lokasi yang akan diakan dibangun jalan itu sangat rawan direndam banjir, jika tidak dipasang gorong-gorong akan berdampak pada rumah warga disini," kata Al-Husyani Jumat (22/10/21).

Ia juga mengatakan, tidak mempersoalkan pembangunan jalan tersebut yang tidak menggunakan besi, namun dirinya sangat menyesali jalan itu tidak menggunakan gorong-gorong.

"Kami sangat berharap pengerjaan jalan harus dibuat gorong-gorongnya, jika tidak kami di sini akan berdampak genangan banjir jika terjadi luapan sungai Batanghari," ungkapnya.

Baca juga: Tiga Perwira Polres Muarojambi Diganti, Kapolres Minta Jalankan Tugas Sesuai SOP

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Muarojambi Baru 47,6 Persen, Ini Strategi Kapolres Kejar Target 70 Persen

Sementara, Kepala Desa Sungai Duren Zaini, juga membenarkan, perbaikan jalan yang berada di RT 05 itu tidak menggunakan box atau gorong-gorong.

Sebelumnya badan jalan itu memiliki gorong-gorong, namun dengan pengerjaan itu sudah di tutup, karena dekat dengan rumah warga.

"Jalan yang akan dibangun itu kurang lebih sepanjang 230 meter, dalam anggaran memang tidak mengunakan box atau gorong-gorong, kami sudah usulkan dipasang gorong-gorong, namun tidak terealisasi," kata Zaini.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muarojambi Yultasmi melalui PPTK nya Edi menyampaikan bahwa pihaknya akan memasang kembali gorong-gorong pada jalan tersebut.

Pemasangan gorong-gorong, lantaran ada proses dari warga setempat.

Awalnya salah satu warga disana menolak untuk dipasang gorong-gorong, namun setelah koordinasi akhirnya warga yang menolak menyetujui dibangun menggunakan gorong-gorong," tutupnya.

(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved