Sekolah Negeri di Kota Jambi Kurang Diminati, Ternyata Ini Sebabnya
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Jumlah siswa masuk tahun ajaran baru di sekolah negeri dalam Kota Jambi akhir-akhir ini terjadi pengurangan.
Berkurangnya secara alami terjadi karena tren pemilihan tempat bersekolah berubah.
Hal itu disampaikan Mulyadi, Kadis Pendidikan Kota Jambi, Jumat (22/10/2021).
Kata dia, secara umum, orang tua siswa lebih memilih anaknya masuk ke sekolah yang miliki nilai plus.
"Selain ingin anaknya pintar (pengetahuan umum), ingin juga kuat agamanya," kata dia.
Lebih lanjut, belakangan juga ada tren di masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah terpadu.
Sekolah terpadu biasanya menyediakan pengetahuan umum, dilengkapi dengan pengetahuan agama.
Sehingga beberapa sekolah menolak siswa lantaran banyaknya peminat yang daftar.
"Contoh, Nurul'Ilmi, An Nahl, As-Sidiqi itu nolak siswa. Namun mereka tidak sanggup lagi menampungnya," ucapnya.
Baca juga: Ratusan Remaja Belum Cukup Umur Ajukan Nikah di Sarolangun, Sekolah Daring juga Jadi Pemicu
Baca juga: Sekolah Wajib Punya Fasilitas Cuci Tangan Sebagai Syarat Pembelajaran Tatap Muka
Sisi lain, sekolah negeri yang gratis segala sesuatunya, justru malah kekurangan siswa.
Padahal, selain sekolah negeri digratiskan, sekolah negeri juga diberi beasiswa.
Sehingga, menurutnya, kini sekolah negeri tersebut harus membentuk trobosan-terobosan baru.
Fenomena ini lantaran tren perpindahan sekolah di masyarakat sebelum pandemi Covid-19.
"Berkurangnya siswa secara umum bukan lantaran tren akibat pandemi Covid-19," ungkapnya.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/30052017-guru-mengajar_20170530_214533.jpg)